BisnisPotensiWisata

Lewat Manik-Manik, Nama Desa Plumbon Gambang Jombang Harum hingga Tingkat Internasional

×

Lewat Manik-Manik, Nama Desa Plumbon Gambang Jombang Harum hingga Tingkat Internasional

Sebarkan artikel ini
Produksi manik-manik dari Desa Plumbongambang, Gudo, Jombang ini sudah dikenal masyarakat Internasional

DesaKita.co – Kerajinan manik-manik kaca di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Jombang sudah dikenal masyarakat Indonesia bahkan dunia sejak lama.

Manik-manik khas budaya nusantara hasil wrga Desa Pumbon Gambang ini, bahkan sudah tembus pasar internasional.

Hingga kini, manik-manik  telah menjadi ikon desa yang dikenal oleh semua kalangan.

Kepala Desa Plumbon Gambang Nur Wakit, menyampaikan produksi manik-manik hasil daur ulang limbah kaca ini mampu meningkatkan perekonomian warganya.

Baca Juga:  Panen Kopi Robusta Melimpah, Warga Desa Panglungan Jombang Kreatif Bikin Kopi Bubuk Kemasan

“Tercatat ada puluhan rumah produksi manik-manik yang tersebar di Desa Plumbon Gambang dan mampu menyerap ratusan tenaga kerja warga sekitar,” ujarnya.

Limbah kaca yang tidak terpakai itu cukup diolah dengan cara sederhana. Dipanaskan hingga melebur dan dibentuk menjadi manik-manik dengan aneka motif.

Corak yang dihasilkan merupakan warna alami dari warna awal limbah kaca yang dilebur. Manik-manik yang dihasilkan lantas dirangkai menjadi kalung, gelang dan ragam aksesoris lainnya.

Baca Juga:  Cerita Remaja Asal Desa Kepuhkembeng Jombang Raup Cuan dari Kreativitas Gelang Paracord

Selain limbah kaca, para produsen juga menggunakan bahan baku berkualitas untuk pesanan aksesori khusus.

“Agar tetap eksis dan semakin bergeliat. Para produsen kerap berinovasi serta memasarkan barang dagangnnya secara online,” katanya.

Sentra manik-manik budaya nusantara khas Desa Plumbon Gambang ini sudah dikenal masyarakat luas. Bahkan, menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu dan pelancong yang berkunjung ke Jombang.

Tak heran, Desa Plumbon Gambang juga diusulkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi salah satu desa devisa di Provinsi Jawa Timur 2022 lalu.

Baca Juga:  Dipasarkan Hingga Kota Surabaya, Rengginang Khas Desa Plosokerep Jombang Mulai Diburu Pelanggan

Desa devisa merupakan program pendampingan yang digagas Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) berbasis pengembangan masyarakat atau komunitas.

“Program ini memberi kesempatan bagi wilayah yang punya produk unggulan berorientasi ekspor untuk mengembangkan potensi secara ekonomi, sosial dan lingkungan, bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (dwi/bin/riz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *