Pemerintahan

Kepala Desa Purisemanding Jombang Ungkap 7 Desa Kesulitan Irigasi, Dampak Pintu Dam Karet Rusak

×

Kepala Desa Purisemanding Jombang Ungkap 7 Desa Kesulitan Irigasi, Dampak Pintu Dam Karet Rusak

Sebarkan artikel ini

Desakita.co – Kepala Desa Purisemanding Nurbata, Dam Karet Jatimlerek yang jebol memang berdampak langsung pada petani.

Tak tanggung-tanggung, ada tujuh desa di Kecamatan Plandaan dan Ploso yang akan merasakan akibatnya.

Bahkan, lahan pertanian terancam tak bisa ditanami.

“Ada lima desa di Kecamatan Plandaan dan dua desa di Kecamatan Ploso yang memang selama ini menggantungkan pengairan pertanian dari irigasi Brantas,” terangnya.

Baca Juga: Profil Lengkap Tridoyo Purnomo Camat Ploso Jombang: Fokus Kembangkan Desa Berdaya dan Simpul Ekonomi Baru

Baca Juga:  Wujudkan Infrastruktur Andal, Bidang Bina Marga Dinas PUPR Jombang Kerjakan 44 Paket Perbaikan Jalan

Selain Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan yang terdampak berada di Desa Jatimlerek, Gebangbunder, Plandaan dan Desa Karangmojo.

“Kalau dua desa di Kecamatan Ploso itu Tanggungkramat dan Rejoagung, seluruhnya merasakan dampak langsung,” lontarnya.

Dampak nyata, ketiadaan pasokan air pada lahan pertanian.

Padahal, tercatat lebih dari 60 hektare sawah bergantung pada pengairan irigasi  dari Sungai Brantas.

Baca Juga:  Inspiratif! Desa Jatiduwur Kesamben Jombang Ciptakan Inovasi Pembasmi Hama Tikus, Raih Juara Lomba Posyantekdes Tingkat Jawa Timur

“Di sini ini 60 hektare lebih yang mengandalkan irigasi atau sawah teknis, sisanya memang sawah tadah hujan,” tambah Nurbata.

Baca Juga: Pengairan Jadi Tak Lancar, Petani di Desa Plandaan Jombang Resah Akibat Pintu Dam Karet Jatimlerek Rusak

Hal ini juga memicu keresahan petani karena sawah teknis butuh air musim tanam kedua.

“Kalau tadah hujan memang setelah padi di MT 1 biasanya tanam palawija atau tembakau,” jelas dia.

Baca Juga:  Bikin Waswas Warga, Sampah Nyangkut di Jembatan Desa Gedangombo Jombang Mulai Diangkat

Ia dan sejumlah kepala desa, sudah mendatangi langsung UPT pengairan Mrican Kediri yang menaungi Dam Karet Jatimlerek.

Namun hasilnya juga belum bisa memastikan kapan perbaikan karena debit air masih tinggi.

Untuk itu pihaknya berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar petani bisa melakukan musim tanam selanjutnya.

“Kalau tetap tidak diperbaiki yan nanti mungkin ganti tanam palawija, karena kalau pakai diesel juga sulit, biayanya akan membengkak,” pungkasnya. (riz/bin/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *