Desakita.co – Guna membantu aktivitas warga, pemerintah Desa/Kecamatan Ngoro terus memenuhi sejumlah sarana dan prasarana baru.
Salah satunya dengan membangun jalan usaha tani (JUT) dan jalan lingkungan di dua dusun yang selama ini rusak.
Menggunakan sumber anggaran Bantuan Keuangan (BK) Desa dari Pemkab Mojokerto senilai Rp 730 juta, 870 meter jalan baru tersebut akan direalisasikan tahun ini.
Bahkan, survei lokasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto telah berlangsung pertengahan Februari lalu.
Dalam survei itu, perangkat desa bersama tim ahli mengukur lebar jalan di Dusun Ngoro dan Kecapangan yang akan dibangun rabat beton.
Untuk JUT, pemdes mengusulkan pembangunan jalan sepanjang 445 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 15 sentimeter (cm).
Anggaran yang sudah diplot sebesar Rp 340 juta.
Sedangkan untuk jalan lingkungan, pemdes mengalokasikan anggaran BK senilai Rp 390 juta.
Yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan dua ruas jalan cor dengan total panjang 425 meter dan lebar 4 meter.
’’Selama ini jalan usaha tani dan jalan lingkungan hanya berupa paving dan sudah rusak. Kami ajukan lewat BK Desa dengan harapan bisa direalisasikan pertengahan tahun ini,’’ ungkap kades Ngoro, Suryo Prihatono.
Suryo menegaskan, pembangunan infrastruktur baru tersebut ditujukan membantu masyarakat dalam beraktivitas.
Khususnya bagi petani yang selama ini kesulitan dalam mengangkut dan mendistribusikan hasil panennya.
Dengan adanya JUT, beban para petani terhadap ongkos akomodasi hasil panen bisa berkurang.
Sedangkan untuk jalan lingkungan, dapat memudahkan warga dalam beraktivitas mulai dari berangkat bekerja, sekolah hingga ke pergi pasar.
Dari yang selama ini berupa jalan paving rusak dan becek, menjadi jalan cor mulus.
’’Mudah-mudahan pertengahan tahun ini sudah bisa dirasakan warga Dusun Ngoro dan Kecapangan,’’ pungkasnya. (far/fen)












