Pemerintahan

Desa Ini Dipercaya Miliki Kaitan dengan Pakaian Jombang Deles Khas Jombang, Pemdes Lakukan Penelusuran Sejarah

×

Desa Ini Dipercaya Miliki Kaitan dengan Pakaian Jombang Deles Khas Jombang, Pemdes Lakukan Penelusuran Sejarah

Sebarkan artikel ini
DILUNCURKAN: Kades Dukuhmojo Nur Aini Ruba’i (paling kanan) foto bersama Pj Bupati Jombang Sugiat dan Cak Nas dalam peluncuran buku Memetri Sejarah Dukuhmojo, Rabu (17/7).

Desakita.co – Pemerintah Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Jombang sangat menghargai warisan budaya.

Salah satunya dibuktikan dengan kegigihan pemerintah desa menelusuri sejarah Desa Dukuhmojo.

Kerja keras pemdes membuahkan hasil. Rabu (17/7) kemarin, pemdes dukuhmojo me-Launching buku berjudul Memetri Sejarah Dukuhmojo.

Kades Dukumojo Nur Aini Ruba’i mengatakan, diluncurkannya buku itu berawal dari busana khas Jombang, yakni Jombang Deles.

”Jombang Deles Panjikudawaningpati untuk putra dan Kemodoningrat untuk putri,” kata Ruba’i.

Dari situ pihaknya terinspirasi untuk menelusuri sejarah Desa Dukuhmojo.

Sebab, nama busana putri dinilai berkaitan dengan nama salah satu dusun di desa setempat.

Baca Juga:  Lewat Komunitas Belajar, Kiat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang Tingkatkan Kompetensi Guru

Baca Juga: Menapak Jejak Berdirinya Masjid Roudlotul Ulum di Desa Dukuhmojo Jombang: Dulunya Musala Panggung, Diyakini Berdiri 1895

”Artinya, nama Kemodoningrat ini apakah dari Dusun Kemodo, kemudian kita konsultasikan dengan tokoh masyarakat,” ujar dia.

Dalam buku itu dikisahkan sejarah terbentuknya Desa Dukuhmojo yang dulunya masih berupa hutan belantara.

Hutan itu dibabat oleh punggawa Mojapahit yang salah satunya bernama mbah Hasan Joleno.

Desa Dukuhmojo memiliki lima dusun, meliputi Dusun Kemodo Selatan, Kemodo Utara, Wonoayu, Mojolegi serta Dusun Dukuhsanan.

Baca Juga:  Dampak Proyek SI Mrican Kanan Belum Rampung, Petani di Desa Banjarsari, Bandarkedungmulyo Jombang Kesulitan Irigasi

”Akhirnya kami dibantu mas Dian Sukarno dan Cak Nas. Alhamdulillah hari ini secara resmi terbit Memetri Sejarah Dukuhmojo,” tutur Ruba’i.

Baca Juga: Asal-usul Sejarah Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung Jombang (1): Dulunya Hutan Belantara Angker, Dibabat Punggawa Kerajaan Majapahit

Diharapkan, dengan diluncurkannya buku itu masyarakat mengetahui sejarah desa setempat.

”Dukuhmojo ini dari sini, tahun sekian akan ketemu di buku ini,” ujar dia.

Langkah ini sebagai wujud komitmen pemdes menjaga warisan budaya dari para leluhur juga sebagai catatan untuk generasi ke depan.

Baca Juga:  Ada Pokdarwis Lukoyanti Kelola makam Mbah Sayyid Ismail, Upaya Pemdes Janti Jombang Dongkrak Perekonomian

”Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” kata Ruba’i.

Peluncuran buku juga turut dihadiri Pj Bupati Jombang Sugiat, jajaran pejabat di lingkup Pemkab Jombang.

Baca Juga: Asal-usul Sejarah Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung Jombang (2): Berkembang Jadi 5 Dusun, Pernah Dijabat 8 Kepala Desa Sejak 1899

Jajaran pejabat forkopimda, budayawan Nasrul Ilah atau Cak Nas. Buku ditulis Wiji Mulyo Maradianto atau lebih akrab dikenal Dian Sukarno. (fid/naz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *