Pemerintahan

Ratusan Hektare Sawah di Desa Ini Terendam Air Gegara Tanggul Kali Marmoyo Jebol

×

Ratusan Hektare Sawah di Desa Ini Terendam Air Gegara Tanggul Kali Marmoyo Jebol

Sebarkan artikel ini

DesaKita.co – Sekitar 100 hektare areal sawah warga di Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso, Jombang terendam akibat jebolnya tiga titik tanggul di Kali Marmoyo.

Beruntung, lahan yang terendam jebolan Kali Marmoyo itu tersebut belum ditanami. Meski begitu, jika tak kunjung surut, petani terancam tak bisa memulai tanam.

”Khusus tanggul jebol Pagertanjung itu kisaran 100 hektare sawah yang terdampak, tapi hari ini (kemarin) sudah berangsur surut,” kata Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Perak Bindari Insiyah dikonfirmasi.

Baca Juga:  Imbas Dam Karet di Desa Jatimlerek Jombang Jebol, Disperta Temukan 1.341 Hektare Lahan Terdampak, Perbaikan Butuh Waktu 3 Bulan

Bindari menambahan, mayoritas petani baru saja mengakhiri panen tembakau pada November lalu.

Sehingga masa tanam selajutnya, baru akan dimulai pada September ini. Kendati demikian, di beberapa titik sawah itu sudah mulai ada persemaian padi. ”Paling hanya 10% yang sudah ada tanaman,” imbuhnya.

Pihaknya juga sudah melakukan koordiansi dengan OPD terkait. Harapannya bisa segera dilakukan penanganan.

Baca Juga:  Daftar Lengkap Nama Kepala Desa di Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang Terbaru Tahun 2024

”Mudah-mudahan bisa diperbaiki, karena sekarang harusnya sudah masuk persiapan awal tanam padi,” tutur dia.

Melihat intensitas hujan masih tinggi, dia berharap kerusakan tanggul bisa segera tertangani.

”Khawatirnya debit airnya naik lagi dan luapan air yang masuk ke areal sawah semakin meluas,” bebernya.

Diperkirakan wilayah setempat baru bisa mengawali tanam padi akhir Desember atau paling lambat Januari tahun depan.

Baca Juga:  Kopdes Merah Putih di Desa Gempolkerep, Kecamatan Gedeg Jadi Harapan Baru Perekonomian Warga

”Karena kemarin ada kemarau panjang, sekarang kena (dampak) tanggul jebol,” lanjut Bindari.

Sebab, dampak jebolnya tanggul itu, menurut Bindari, petani diperkirakan baru bisa menabur benih di persemaian pertengahan bulan ini.

”Mudah-mudahan tanggulnya bisa segera diperbaiki, kalau tidak begitu petani juga khawatir karena tanggulnya masih bolong,” kata Bindari. (fid/naz/riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *