Pendidikan

Keren! Mahasiswa PMM UMM Ciptakan Mesin Pengubah Limbah Jadi Pupuk Organik di Desa Banjardowo Jombang

×

Keren! Mahasiswa PMM UMM Ciptakan Mesin Pengubah Limbah Jadi Pupuk Organik di Desa Banjardowo Jombang

Sebarkan artikel ini
KREATIF: Mahasiswa UMM mengenalkan mesin penghancur sampah pada PMM-KKN Berdampak di Dusun Sumberwinong, Desa Banjardowo, Kec/Kab Jombang, Senin (11/8).

Desakita.co – Tumpukan sampah organik yang semula kerap dibakar di Dusun Sumberwinong, Desa Banjardowo, Kec/Kab Jombang, kini mulai ditangani dengan cara baru. Senin (11/8), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program PMM-KKN Berdampak, memperkenalkan mesin penghancur sampah yang mampu mengubah limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos organik.

Mesin itu dibuat dalam waktu tiga hari dari bahan sederhana. Seperti ember, dinamo mesin cuci, seng, plat besi, dan pipa. Sistem kerjanya mirip chopper yang mencacah sampah hingga halus. ’’Desainnya sengaja dibuat mudah digunakan dan dirawat,’’ kata Rafly, ketua Kelompok 2 Mahasiswa PMM-KKN UMM Gelombang 1.

Baca Juga:  Gelar Pawai Budaya hingga Unjuk Karya, Peringatan HUT Ke-38 SMP Negeri 2 Tembelang Meriah

Setelah rampung, mahasiswa melakukan sosialisasi penggunaannya ke warga, karang taruna, dan kelompok tani. Mereka juga mengenalkan cara membuat pupuk kompos. Mencampur sampah cacahan dengan EM4, molase, dan kotoran ternak. Lalu difermentasi secara rutin untuk menjaga kelembapannya.

Baca Juga:  Latih Warga Desa Cupak Kecamatan Ngusikan Jombang Buat Biobriket, Bappeda Jombang Gandeng Unwaha

Kepala Dusun Sumberwinong, Saji, menyambut baik inovasi tersebut. Ia menekankan, alat ini memberi warga alternatif pengelolaan sampah yang lebih sehat dan bermanfaat untuk pertanian. Ketua Kelompok Tani, Rokhimin, menambahkan, pupuk organik dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan bahkan dapat dijual sebagai produk tambahan.

Rafly menyatakan, solusi ini dirancang agar tetap berlanjut setelah program PMM-KKN berakhir. Ke depannya, warga dan kelompok tani bermaksud mengintegrasikan pemanfaatannya dalam praktik pertanian berkelanjutan di lahan sawah, kebun sayur, dan tanaman hias.

Baca Juga:  4.800 Alumni Unej Ikuti JGN 2 di Malang, KAUJE Berkomitmen Beri Kontribusi Untuk Masyarakat

Dengan inovasi sederhana, Dusun Sumberwinong Desa Banjardowo semakin tangguh menghadapi masalah sampah sekaligus meningkatkan ketahanan lingkungan dan ekonomi desa. Inisiatif ini bisa menjadi inspirasi untuk desa-desa lain di Kabupaten Jombang dan sekitarnya. (adv/jif)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *