Potensi

Eksis Sejak 1960, Umat Hindu di Wonosalam Jombang Kini Semakin Berkembang, Ini Sosok Penyebar Agama Hindu Pertama

×

Eksis Sejak 1960, Umat Hindu di Wonosalam Jombang Kini Semakin Berkembang, Ini Sosok Penyebar Agama Hindu Pertama

Sebarkan artikel ini
TRADISI: Umat hindu dari berbagai desa di Kecamatan Wonosalam mengikuti tradisi melasti menyambut Nyepi beberapa waktu lalu.

Desakita.co – Kecamatan Wonosalam tak hanya dikenal memiliki potensi sumber daya alamnya yang melimpah.

Namun, daerah yang terletak di lereng Gunung Anjasmoro ini juga kental akan nilai sejarah.

Salah satunya penyebaran agama Hindu yang diyakini sudah berlangsung sejak tahun 1960-an.

Saat ini jumlah umat Hindu di Wonosalam sekitar 500 orang dan terus berkembang setiap tahunnya.

Ketua Walaka atau Penasehat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jombang Ketut Suseno Putro, 53, menerangkan, agama Hindu awal kali disebarkan tokoh asal Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang bernama Ja’un Gatot Suseno, 83.

Baca Juga:  Pernah Coba Durian Mbah Woro? Durian Lokal Desa Karangan Jombang, Legitnya 11-12 Dengan Bido

”Dulu pak Jaun merupakan guru agama Hindu di salah satu SDN di Wonosalam. Dari situlah beliau mulai menyebarkan agama Hindu,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dalam perkembangannya, Jaun dibantu tiga orang lainnya, yakni Sunaryo, Sumani, dan Saeman. Ketiganya warga Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam.

Diceritakan, Sunaryo membantu memimpin persembayangan sementara Sumani dan Saeman membantu menyebarkan agama Hindu. Dia sendiri sebagai pemangku atau pengarah.

Baca Juga:  Gelar Budaya Sedekah Dusun Pandanwangi 2026, Cara Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek Lestarikan Tradisi Sedekah Bumi

”Sejak 1960, hingga sekarang ada 500-an umat Hindu aktif di Wonosalam dengan jumlah paling banyak di Desa Jarak dan Desa Gelangdowo,” jelas dia.

Berbagai kegiatan keagamaan hingga tradisi rutin digelar setiap tahun.

Misalnya melasti dan ogoh-ogoh untuk menyambut hari raya Nyepi.

Begitu pula jumlah pure sebagai tempat peribadatan umat Hindu, kini jumlahnya berkembang hingga enam titik.

”Dulu awalnya ada satu pure di Desa Karangan, kemudian seiring berjalannya waktu kini berkembang jadi 6 titik,’’ jelas dia.

Baca Juga:  Potensi Pisang Melimpah Ruah, Warga Desa Sumberjo Wonosalam Jombang Adakan Syukuran Gedang

Masing-masing Pura Giri Wijaya di Galengdowo, Giri Anjasmara di Desa Jarak, Pura Tri Buana di Dusun Wates, Desa Galengdowo dan Pura Darma Guna di Desa Jarak. Kemudian ada juga Pure Amerta Buana di Desa Galengdowo.

”Saat ini masing-masing telah ada pemangkunya dan di Jombang juga sudah ada Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) sebagai perhimpunan organisasi umat Hindu untuk mengurus kepentingan keagamaan maupun sosial,’’ pungkasnya. (ang/naz/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *