Uncategorized

Berangkatkan Tradisi Ogoh-ogoh di Wonosalam, Pj Bupati Jombang Apresiasi Toleransi Kerukunan Umat Beragama di Jombang

×

Berangkatkan Tradisi Ogoh-ogoh di Wonosalam, Pj Bupati Jombang Apresiasi Toleransi Kerukunan Umat Beragama di Jombang

Sebarkan artikel ini
START: Pj Bupati Jombang, Sugiat, memberangkatkan pawai ogoh-ogoh di Dusun Ganten, Desa Wonomerto Kecamatan Wonosalam, kemarin.

Desakita.co – Pj Bupati Jombang Sugiat turut hadir memberangkatkan tradisi Tawur Agung dan Pawai Ogoh-ogoh di Desa Wonomerto Kecamatan Wonosalam, Minggu (10/3).

Dalam kesempatan itu, pihaknya mengapresiasi kerukunan antar umar bergaama di Jombang.

“Selamat menjalani Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu. Pada hari yang sakral ini, umat Hindu merayakan momen pembersihan diri, refleksi, dan penghormatan terhadap alam semesta.

Tujuan utama dari Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan bhuana alit (alam manusia) dan bhuana agung (alam semesta),’’ terangnya.

Baca Juga:  Angin Kencang Melanda Desa Karangdagangan Jombang, 10 Rumah Warga Dilaporkan Rusak

Tawur agung bertujuan untuk mengusir keburukan dari lingkungan sekitar dan kesejahteraan alam.

”Makna pelaksanaan tawur agung ialah untuk membayar atau mengembalikan sari-sari alam yang telah diambil manusia selama memenuhi kebutuhan hidup.

pengembalian dilakukan dengan upacara yang ditujukan kepada para butha agar tidak mengganggu manusia,’’ terangnya.

Baca Juga:  Jasa Perahu Tambang di Desa Megaluh Jombang Tetap Beroperasi Meski Musim Hujan, Segini Tarifnya

Sedangkan ogoh-ogoh berasal dari bahasa Bali yaitu ogah-ogah yang berarti mengguncang atau mewakili kejahatan manusia yang perlu dijauhkan dari manusia.

”Ogoh-ogoh merupakan suatu replika perwujudan roh jahat maupun sifat jahat yang diwujudkan dalam suatu bentuk patung atau boneka yang besar,’’ jelasnya.

Sugiat juga mengapresiasi hubungan antarumat beragama di Jombang yang berjalan harmonis dan rukun.

Baca Juga:  Sidak Pasar Perak, Pj Bupati Jombang Diwaduli Atap Bocor Hingga Pedagang Sepi

’’Kita hidup bersama dalam keberagaman, menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, dan membangun perdamaian bersama sebagai satu komunitas yang harmonis,’’ tandasnya.

Pria asli Dusun Kalongan, Desa Japanan Kecamatan Gudo ini berharap, segenap umat Hindu di Jombang dapat terus menjaga keutuhan, kedamaian dan kesejahteraan para umatnya.

Serta mempererat jalinan komunikasi yang baik antara sesama agama maupun dengan pemerintah,’’ pungkasnya. (ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *