Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Jombang bertekad mempercepatan pelaksanaan pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Mereka menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), Rabu (3/12) malam. Dihadiri Badan Permusyawaratan Desa (BPD), seluruh kepala dusun (kasun), dan tokoh masyarakat.
’’Tujuannya, untuk menyepakati hal yang bersifat strategis dalam mendukung pembangunan KDMP,’’ kata Kepala Desa Wonomerto, Siswoyo.
Ini menjadi langkah awal upaya memperkuat pengembangan ekonomi masyarakat desa. ’’Pembangunan KDMP ke depannya kami harapkan dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pemberdayaan warga,’’ tuturnya. Musdesus sekaligus menjadi forum pengambilan keputusan di tingkat desa yang secara spesifik membahas hal-hal terkait KDMP.
Lokasi pembangunan disepakati menggunakan tanah kas desa (TKD) berupa lapangan di belakang SDN Wonomerto 1. Setelah Musdesus, mereka segera melakukan perataan tanah di lokasi tersebut. Fasilitas yang dibangun nantinya tidak hanya berupa kantor, tetapi juga gudang dan sarana pendukung lain.
Baca Juga: Ini Cara Jitu Pemdes Wonomerto Wonosalam Jombang Jaga Kelestarian Alam di Desanya
’’Penyediaan lahan untuk lokasi pembangunan diserahkan ke pemerintah desa, namun dengan beberapa persyaratan,’’ katanya. Percepatan pembangunan yang dilakukan Pemdes Wonomerto tersebut, menjadi wujud komitmen pemdes dalam mendukung program strategis nasional.
Keberadaan gedung KDMP nantinya diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi desa. Selain sebagai tempat operasional koperasi, fasilitas tersebut juga bisa difungsikan untuk menyimpan hasil pertanian. Kegiatan usaha bersama, dan pelayanan masyarakat berbasis ekonomi kerakyatan.
’’Dengan adanya sarana yang memadai dan representatif, kegiatan perekonomian di masyarakat dapat semakin berkembang. Ini akan menggerakkan ekonomi desa yang mandiri,” tandas Siswoyo.
Baca Juga: Pemdes Wonomerto, Wonosalam Jombang Realisasikan Bantuan Biogas untuk Warga
Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat desa agar dapat terlibat, karena partisipasi aktif masyarakat adalah modal utama keberlanjutan usaha KDMP. ”Kedepannya, KDMP ini akan menjadi perusahaan desa milik masyarakat sendiri, jika dikelola dengan baik serta tepat dan optimal, maka kita dapat membangun desa kita sendiri dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang ada,” paparnya. (dwi)












