DesaKita.co – Nama Erna Kuswati kini menjadi sorotan dalam kontestasi Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Jombang 2026.
Di balik pencalonannya, tersimpan perjalanan panjang yang ditempuh dari dunia usaha hingga mengakar kuat di panggung politik.
Perempuan kelahiran Jombang, 8 Agustus 1973 itu mengawali pendidikan formalnya di SDN Ploso (1979–1985).
Kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Ploso (1985–1988), dan SMA PGRI 1 Jombang (1988–1991). Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Merdeka Malang pada 1991 hingga 1996.
Sebelum aktif di dunia politik, Erna lebih dulu meniti karier di sektor usaha. Ia tercatat sebagai Direktur PT Indah Jaya sejak 2002 hingga 2019.
Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan dan kemandiriannya dalam mengambil keputusan.
Langkah Erna di dunia organisasi dimulai dari Muslimat NU. Ia dipercaya sebagai Bendahara PAC Muslimat NU Ploso selama 15 tahun, sejak 2005 hingga 2020.
Pengalaman organisasi itu menjadi bekal penting dalam membangun jaringan sosial dan kedekatan dengan masyarakat.
Perjalanan politiknya di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dimulai pada 2016. Saat itu, ia langsung dipercaya memimpin PAC PKB Kecamatan Ploso hingga sekarang.
Di bawah kepemimpinannya, struktur partai di tingkat kecamatan terus diperkuat dengan konsolidasi kader hingga akar rumput.
Selain itu, Erna juga aktif sebagai pengurus Perempuan Bangsa Jombang dan menjabat sebagai wakil bendahara hingga saat ini. Peran tersebut memperkuat kiprahnya dalam menggerakkan basis perempuan di internal partai.
Erna mengaku, awal keterlibatannya di dunia politik tak lepas dari dorongan untuk melanjutkan perjuangan sang suami, Munir Alfanani. Pada 2013, suaminya sempat maju dalam kontestasi Pilkada Jombang.
“Waktu itu suami saya mencalonkan diri sebagai bupati. Belum ditakdirkan, kemudian beliau tidak melanjutkan ke pencalonan legislatif,” ujarnya.
Setahun berselang, Erna mengambil langkah besar dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Jombang melalui PKB pada 2014. Sejak saat itu, ia mulai fokus membangun basis politik, khususnya di wilayah utara Sungai Brantas.
”Saya berusaha membangun basis yang solid dan menguatkan yang sudah ada, rutin turun ke masyarakat,” ungkapnya.
Bagi Erna, politik bukan sekadar kontestasi kekuasaan, melainkan sarana untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Prinsip tersebut yang terus ia pegang hingga kini.
”Dengan menjadi wakil rakyat, kita bisa lebih bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan bantuan. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi sesama,” tegasnya.(yan/naz)












