Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Sambongdukuh, Kecamatan Jombang, kembali menyalurkan hasil panen tanah bengkok kepada warganya. Sabtu (8/11), sebanyak 1,5 ton beras dibagikan kepada masyarakat di RW 2 Dusun Sambong Santren.
Sebanyak 300 kepala keluarga (KK) menerima masing-masing 5 kilogram beras. Menariknya, pembagian dilakukan merata tanpa melihat latar belakang ekonomi maupun sosial warga. Hal ini menjadi bentuk pemerataan manfaat dari hasil bumi milik desa.
Kepala Desa Sambongdukuh Khairur Roziqin menerangkan, program berbagi hasil panen tanah bengkok ini sudah berjalan rutin sejak 2023. Setiap kali musim panen tiba, sebagian hasil dari tanah kas desa disalurkan langsung kepada masyarakat. ”Saya hanya menjalankan janji kepada masyarakat. Hasil panen desa ini harus dirasakan bersama, bukan untuk segelintir orang,” ujarnya.
Program ini telah berlangsung enam kali dan menyentuh sejumlah RW di Sambongdukuh. Tahun ini, giliran RW 2 yang mendapat jatah pembagian, sementara RW lainnya akan menyusul pada musim panen berikutnya. ”Untuk RW yang belum kebagian, insya Allah akan kami salurkan saat panen berikutnya. Harapan kami, beras ini bisa sedikit meringankan kebutuhan warga di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu,” imbuhnya.
Selain bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi langkah pemdes dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat. Melalui pengelolaan tanah kas desa secara produktif dan transparan, Pemdes Sambongdukuh menunjukkan bahwa aset desa bisa menjadi sumber kesejahteraan bersama.
Roziq pun berpesan agar warga terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun desa. ”Tanpa dukungan warga, pemerintah desa tidak bisa berjalan maksimal. Mari terus bersinergi, menjaga persaudaraan, dan memajukan Sambongdukuh bersama,” pungkasnya. (riz/naz)












