Pemerintahan

Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam Tingkatkan Jalan Lingkungan Penghubung Antar-desa dan Akses Wisata

×

Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam Tingkatkan Jalan Lingkungan Penghubung Antar-desa dan Akses Wisata

Sebarkan artikel ini
TINGKATKAN KUALITAS JALAN: Salah satu perangkat Desa Jarak menunjukkan jalan lingkungan yang telah dirabat beton di Dusun Jarak Krajan.

Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Jarak, Kecamatan Wonosalam, terus memacu pembangunan infrastruktur desa. Tahun ini, anggaran Dana Desa (DD) salah satunya difokuskan untuk peningkatan kualitas jalan lingkungan dengan rabat beton.

Kepala Desa Jarak Agus Darminto menuturkan, wilayah desanya terbagi dalam tujuh dusun. Yakni Dusun Jarak Krajan, Jarak Tegal, Sarangan, Anjasmoro, Sungkul, Jarak Kebon, dan Tegalrejo. Semua diprioritaskan peningkatan jalan lingkungan. ”Kondisi jalan sebelumnya sudah rusak, jalan lingkungan tersebut juga merupakan akses utama warga menuju area kebun, serta menjadi jalan alternatif penghubung antar-desa hingga antar-kabupaten,” ujarnya.

Baca Juga:  Gunakan DD Bangun TPS, Cara Pemdes Tunggorono Jombang Atasi Persoalan Sampah

Tahun ini, pembangunan jalan rabat beton dilakukan di Dusun Jarak Krajan, tepatnya di RT 02/RW 001. Jalur tersebut menjadi akses menuju lokasi wisata Batu Pelangi dan Bukit Pecaringan. Selain itu, jalan itu juga menjadi jalur tercepat menuju Desa Wonomerto dan Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam. ”Sekaligus berbatasan langsung dengan Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri,” bebernya.

Baca Juga:  Diberikan Bantuan Lumbung, 2 Desa di Jombang Ini Jadi Uji Coba Program Demapan Pasti Bisa, Ini Tujuannya

Pemdes Jarak mengalokasikan DD sebesar Rp 50 juta untuk membangun jalan rabat beton sepanjang 101 meter dengan lebar 3 meter. ”Seluruh pengerjaan dilakukan secara swadaya oleh warga yang tergabung dalam Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Jarak,” imbuhnya.

Baca Juga:  Jalan Non Status di Desa Dapurkejambon Jombang Makin Rusak Parah, Dinas Perkim dan PUPR Akui Bukan Kewenangannya

Kini, akses jalan lebih memadai sehingga warga dan pengunjung nyaman melintas. Termasuk mobilitas masyarakat sehari-hari. ”Seluruh pembangunan di desa selalu kami rundingkan dengan seluruh jajaran dan lapisan masyarakat, karena pada dasarnya kepentingan warga adalah yang paling utama,” pungkas Agus. (dwi/naz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *