Desakita.co – Upaya pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat terus didorong Pemerintah Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang. Salah satunya melalui kolaborasi dengan kalangan akademisi untuk mengenalkan sistem pertanian berkelanjutan berbasis aquaponik kepada warga. Program tersebut digelar selama sepekan di Desa Kepuhdoko dan ditutup Minggu (15/2).
Kepala Desa Kepuhdoko Inasaroh mengatakan, kegiatan tersebut dirancang agar mudah dipahami sekaligus bisa langsung diterapkan oleh masyarakat desa. Dalam kegiatan itu, warga tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik budidaya aquaponik sederhana. ”Pemdes menggandeng para mahasiswa dari ITEBIS PGRI Dewantara Jombang yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa kami,” terangnya.
Melalui kolaborasi antara desa dan kampus tersebut, warga diajak memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Sistem yang dikenalkan menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem. ”Warga diajak mempraktikkan budidaya ikan lele dikombinasikan menanam tanaman hidroponik seperti kangkung dengan memanfaatkan limbah plastik galon air mineral,” bebernya.
Sistem aquaponik sendiri merupakan metode pertanian berkelanjutan yang menggabungkan budidaya ikan (akuakultur) dengan tanaman (hidroponik) dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan ini juga menjadi langkah konkret untuk mengoptimalkan potensi sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa. Melalui praktik langsung tersebut, warga didorong membuka peluang usaha produktif yang ramah lingkungan.
Pemdes berharap program ini dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk lebih kreatif memanfaatkan potensi lokal yang ada di sekitarnya. ”Kami berharap warga kami dapat memaksimalkan potensi lokal dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal, guna mewujudkan kemandirian dan meningkatkan perekonomian mereka,” pungkas Inasaroh. (dwi/naz)












