Desakita.co – Pemkab Mojokerto menuntaskan pembangunan jalan poros di Dusun Kelompok, Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi, senilai Rp 2,9 miliar. Jalan yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan itu kini sudah dibeton dan bertambah lebar.
Kepala Desa Mojogebang Khusnul Fapa mengapresiasi keberadaan jalan baru yang diresmikan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa pada Minggu (11/1). Menurutnya, warga sangat bersyukur dengan terlaksananya pembangunan jalan yang selama ini menjadi penopang aktivitas masyarakat antadesa.
Jalan tersebut merupakan penghubung Desa Mojogebang dengan Desa Mojowono. Dengan kondisi jalan yang sudah mulus dan lebih lebar, akses warga ke pusat keramaian, pasar, atau rumah sakit semakin mudah.
’’Dengan jalan ini, distribusi hasil panen juga semakin cepat. Jadi realisasi jalan poros ini benar-benar bermanfaat dan dibutuhkan warga,’’ jelasnya, kemarin (13/11).
Tak hanya mendukung kebutuhan warga, pembangunan jalan juga memperlancar akses pendidikan, khususnya menuju SMKN 1 Kemlagi. Selama ini, ribuan siswa mengandalkan jalan di Dusun Kelompok tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah.
’’Sebelumnya di jalan situ crowded karena hanya satu jalur dilewati seribu lebih siswa, sekarang sudah jadi dua jalur,’’ tuturnya.
Selain sempit, selama ini aspal jalan yang melintasi area persawahan tersebut sudah rusak. Kondisi tersebut setidaknya sudah berlangsung lebih dari lima tahun. Pemerintah desa sebelumnya melakukan pengecoran jalan sisi barat yang jadi akses ke sekolah menggunakan dana bantuan keuangan (BK) desa.
’’Karena waktu itu sangat rusak, akses ke sekolah sangat memprihatinkan,’’ tandasnya.
Bupati Albarraa menyatakan, pembangunan jalan pada 2025 itu dilaksanakan dengan nilai kontrak Rp 2,94 miliar. Pekerjaan meliputi pelebaran jalan dengan lebar 5,5 meter sepanjang 350 meter dan pelabaran 5 meter pada ruas sepanjang 438 meter. Adapun konstruksinya menggunakan perkerasan beton FS 40 dan tulangan besi wiremesh. Ruas jalan kini dilengkapi tembok penahan tanah dan saluran air berdiameter 80 sentimeter.
’’Jalan ini kita bangun agar aktivitas warga menjadi lebih lancar, baik untuk bekerja, mengangkut hasil usaha, bersekolah, beribadah, maupun keperluan sehari-hari lainnya,’’ ungkapnya. Menurutnya, dengan akses desa yang semakin baik, pergerakan ekonomi bakal semakin lancar sehingga kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat meningkat. (adi/fen)












