Desakita.co – Kerajinan bambu masih menjadi ikon usaha kecil menengah (UKM) di Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi. Khususnya di Dusun Gebangperut dan Dusun Kelompok yang masih ada 40 hingga 50 kepala keluarga (KK) yang bertahan membuat kerajinan berbahan dasar kayu bambu tersebut.
’’Sementara ini yang masih bertahan kurang dari 50 orang. Yang lainnya sudah beralih profesi atau berganti pada bidang usaha yang lain,’’ ungkap Kepala Desa Mojogebang Khusnul Fapa.
Agar terus bergeliat, Pemdes Mojogebang membantu proses produksi para perajin melalui pemberian bantuan mesin produksi. Mulai dari mesin pembelah kayu, mesin penghalus, dan mesin ukir yang akan digunakan untuk dua kelompok perajin. Bantuan mesin tersebut didapat dari program corporate social responsibility (CSR) salah satu bank terkemuka di Indonesia.
Akhir Januari lalu, tiga jenis mesin tersebut disalurkan secara cuma-cuma bagi 20 perajin. Bantuan ini sebagai cara agar usaha tradisional tersebut terus bertahan di tengah persaingan dengan industri furniture modern dan impor.
’’Kami kerja sama dengan bank BUMN agar usaha dan industri tradisional ini tetap bisa berjalan dengan perubahan yang lebih modern, yakni menggunakan mesin,’’ pungkasnya. (far/ris)












