PemerintahanRegulasiWisata

Waduk dan Embung Desa Mojowono, Kecamatan Kemlagi Disulap Jadi Wisata

×

Waduk dan Embung Desa Mojowono, Kecamatan Kemlagi Disulap Jadi Wisata

Sebarkan artikel ini
POTENSIAL: Indahnya panorama Waduk di Dusun Segawe Lor, Desa Mojowono, Kecamatan Kemlagi akan dimanfaatkan untuk pengembangan wisata air.

Desakita.co – Berbatasan dengan kawasan hutan tak lantas menghalangi upaya Pemdes Mojowono dalam mengembangkan potensi alam. Khususnya di Dusun Segawe dan Dusun Truneng Kulon yang memiliki waduk atau embung untuk sumber air pertanian warga.

 

Selain membantu pengairan, waduk tersebut juga akan dimanfaatkan untuk wisata air. Untuk mendukung misi tersebut, pemdes setempat mulai serius menggarap. Dimulai dari membuka akses jalan menuju waduk yang semula berupa tanah makadam, kemudian dibangun jalan cor sepanjang 350 meter dari pemukiman di Dusun Segawe menuju lokasi. ’’Tahun 2024 kemarin kami mendapat bantuan keuangan (BK) desa Rp 300 juta untuk membangun jalan menuju waduk,’’ ungkap Kepala Desa Mojowono Maretsa Ayu Widyah.

Baca Juga:  Bikin Was-was! Jalan Kabupaten di Desa Dukuhklopo Peterongan Jombang Jadi Kubangan Setiap Hujan Turun

 

Tidak hanya satu ruas, pembangunan jalan juga akan diperluas dengan menyambungkan akses antarwaduk. Yakni, antara Waduk Segawe dengan Waduk Truneng sampai tembus ke jalan raya Mojokerto-Lamongan di Desa Kemlagi.

Baca Juga:  Cegah Banjir Melanda, Pj Bupati Sugiat Turun Tangan Pimpin Aksi Resik Kali di Sumobito Jombang

 

Pembangunan tersebut ditujukan untuk memfasilitasi pengunjung luar kota agar mudah memasuki area waduk. Selain itu, pemdes berencana membangun sejumlah wahana lainnya. Seperti area playground anak, wahana air, pagar pembatas, hingga lahan parkir.

Baca Juga:  Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi Bentuk Wisata Gunung Sawah Suguhkan Beragam Permainan Anak

 

Dengan fasilitas tersebut, pengunjung yang datang tidak sekadar disuguhi indahnya panorama alam, tapi juga dimanjakan dengan permainan yang seru. ’’Masih kami masukkan di rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJM Desa). Tapi, untuk akses ke lokasi sudah kami awali,’’ pungkasnya. (far/ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *