DesaKita.co – Perjalanan karier Bambang Tedjoatmoko mencerminkan dedikasi panjang seorang aparatur sipil negara (ASN) dalam mengabdi kepada masyarakat.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional (Dalops) dan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang ini dikenal mengedepankan kerja humanis dalam bidang yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik.
Pria yang lahir di Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, 16 Februari 1969 ini memiliki rekam jejak panjang ASN.
Ia memulai karier sebagai CPNS pada 1994 di Kabupaten Mojokerto. Kemudian PNS pada 1995 staf di BKKBN Kabupaten Mojokerto.
Pada 2000, Bambang berpindah tugas ke BKKBN (sekarang DPPKB-PPPA) Jombang. Ia pernah menjabat sebagai Kasi IPID atau Sungram selama 2000–2009.
Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Kepala UPT KB Kecamatan Gudo, 2009–2017.
Kariernya terus berkembang dengan menjabat sebagai Kasi Humas di Bagian Humas Setdakab Jombang (sekarang Dinas Kominfo Jombang) 2017–2019.
Ia kemudian kembali ke BKKBN Jombang sebagai Kasi Institusi KB pada 2019–2020, sebelum dipercaya menjadi Kabid Olahraga Disporapar Jombang pada 2020–2022.
Sejak 2022 hingga sekarang, ia mengemban tugas sebagai Kabid Dalops dan Perparkiran Dishub Jombang.
Dalam hal pendidikan, dia mengenyam pendidikan dasar di SDN Jombatan 3 Jombang. Melanjutkan ke SMPN 1 Jombang. Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Muhammadiyah Pontianak.
”Karena waktu itu mengikuti orang tua dinas di sana,” kata Tedjo, sapaan akrabnya.
Pendidikan tinggi ditempuh di Universitas Tanjungpura, Pontianak jurusan Administrasi Negara. Serta meraih gelar magister dari Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang jurusan Ekonomi Pembangunan.
Tedjo menyampaikan prinsip utama sebagai ASN, yakni menjalankan tugas pokok dan fungsi dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
Ia juga menekankan pentingnya mencintai pekerjaan agar tidak menjadi beban dalam menjalankan tugas.
”Pada dasarnya kita harus menjalankan tupoksi dengan rasa tanggung jawab, kesadaran, dan keikhlasan. Sebelum itu, kita harus bisa menyenangi pekerjaan yang kita lakukan, sehingga tidak terasa sebagai beban,” imbuhnya.
Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dia mengedepankan nilai profesionalitas yang tetap dibalut dengan pendekatan humanis.
Ini dinilai penting, terutama dalam bidang pengendalian operasional dan perparkiran yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
”Pelayanan harus dilakukan dengan benar sesuai aturan yang berlaku, namun tetap humanis agar tidak menimbulkan ketersinggungan, apalagi bidang kami sangat dekat dengan masyarakat,” ujarnya. (fid/naz)












