Program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat dan daerah terus menunjukkan hasil positif di tingkat desa.
Salah satunya di Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto yang sukses mengembangkan sektor peternakan bebek peking melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mandiri.
SEJAK awal Juni 2026, Pemerintah Desa (Pemdes) Kuripansari mengalokasikan penyertaan modal kepada BUMDes untuk program ketahanan pangan di bidang peternakan.
Sekretaris Desa Kuripansari Ery Indra Irawan menyatakan, program tersebut berjalan lancar dan menunjukkan tren positif.
”Memang kami memberikan penyertaan modal kepada BUMDes untuk program ketahanan pangan. Menurut informasi yang diterima, hingga kini ada peningkatan kapasitas,” ujar Ery saat ditemui di balai desa, kemarin (4/11).
Anggota BUMDes Karya Mandiri Sulis Hariyanto menjelaskan, pada tahap awal, pihaknya memulai budidaya bebek peking dengan populasi sekitar 300 ekor.
Berdasarkan hasil evaluasi dan keuntungan yang didapat pada panen perdana, pengurus menggelar musyawarah untuk memperluas skala usaha.
Pada periode pengisian kedua, BUMDes memutuskan untuk menambah jumlah populasi ternak. ”Kami sepakat menambah 300 ekor lagi, sehingga totalnya ada sekitar 600 ekor,” kata Sulis.
Menurutnya, penambahan tersebut dilakukan karena kapasitas kandang masih memadai dan layak untuk menampung jumlah tersebut.
”Kapasitas kandang masih memadai, jadi kami lakukan penambahan agar hasil bisa lebih maksimal,” ungkapnya.
Hingga panen keempat, populasi ternak tetap stabil di kisaran 600 ekor. Meskipun menghadapi kendala tingkat kematian rata-rata 5 hingga 6 ekor per periode, usaha ini tetap mencatatkan keuntungan.
Fluktuasi harga jual di pasaran turut memengaruhi hasil panen.
Harga jual bebek tercatat berada di kisaran Rp 23.500 per kilogram, sementara pada awal masa panen sempat menyentuh angka Rp 27.000 per kilogram.
Sulis berharap program ketahanan pangan ini dapat terus mendongkrak perekonomian lokal, khususnya di Desa Kuripansari.
Selain untuk pasar komersial, hasil panen juga diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar.
”Hasil panennya bisa dibeli warga setempat jika ada yang membutuhkan, terutama saat musim panen tiba,” pungkasnya. (dik/fen)










