Pemerintahan

Pintu Dam Karet di Desa Jatimlerek Plandaan Jombang Rusak, Ini Dampaknya

×

Pintu Dam Karet di Desa Jatimlerek Plandaan Jombang Rusak, Ini Dampaknya

Sebarkan artikel ini
RUSAK: Salah seorang operator Dam Karet Jatimlerek di Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, menunjukkan pintu dam yang rusak.

Desakita.co – Salah satu pintu Dam Karet di Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Jombang rusak sejak beberapa hari terakhir.

Akibatnya, pengairan untuk lahan pertanian di Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso turut terdampak.

M Fatkur salah seorang warga Desa Jatimlerek mengatakan, keberadaan salah satu pintu Dam Karet Jatimlerek sejak lama tidak berfungsi.

Hal ini diketahui setelah pintu tersebut rusak dan jebol. Pintu itu berada di ujung atau pintu ke-6 di sisi Desa/Kecamatan Megaluh.

Imbasnya, air dari Sungai Brantas tidak bisa mengalir secara penuh ke bangunan bagi Sadap Jatimlerek.

Baca Juga:  Ajak Warga Jaga Kebersihan, Pemdes Sidokerto Jombang Cetuskan Kartu Iuran Pembayaran Sampah

”Biasanya setelah panen, air dari Dam Karet Jatimlerek melimpah, sekarang berkurang,” imbuhnya.

Hal sama disampaikan Saiful Kartomo operator Bendung Karet Jatimlerek.

Baca Juga: Upaya Promosikan UMKM dan Potensi Budaya, Pemdes Ngogri Megaluh Gandeng Brantas Lestari Adakan Pasar Brantas

Menurutnya, kerusakan pintu dam sudah diketahui dua pekan terakhir di pintu paling besar, yakni pintu 6.

Namun sampai sekarang belum diketahui kapan akan diperbaiki.

Awalnya, saat ada air yang keluar dari mesin pengontrol di ruangan.

Mesin pompa yang biasanya dipakai mengisi angin itu tiba-tiba mengeluarkan air.

Baca Juga:  Upaya Tingkatkan Kapasitas SDM, Pemkab Barito Selatan Belajar ke Jombang

“Setelah itu tidak bisa lagi dipompa karet, jadi bisa dipastikan ada kebocoran,” lanjutnya.

Pintu paling besar yang bocor itu lebar 6,8 meter, hingga air tidak bisa ditahan lagi.

Padahal, seharusnya di musim kemarau dan debit air brantas sedang kecil, pintu yang akan dibuka hanya pintu 1 dan pintu 2 yang lebarnya masing-masing 6,5 meter.

“Normalnya yang harus dibuka pintu 1 dan 2, tapi karena 6 tidak bisa ditutup karena karetnya tidak menggembung, jadinya pintu 1 sampai 5 sekarang ditutup, agar ada air yang bisa tertahan,” lontarnya.

Baca Juga:  Deretan Kursi Kepala Desa Kosong di Jombang Bertambah, Terbaru Kades Wangkalkepuh Kecamatan Gudo Meninggal Dunia

Baca Juga: Tanggul Saluran Induk Mrican Kanan di Desa Sembung Perak Jombang Ambrol, Dinas PUPR Jombang: Itu Proyek BBWS Brantas

Air yang tertahan di hulu bendungan itulah yang seharusnya bisa dimasukkan ke intake saluran sekunder di sekitar Sungai Brantas.

Disinggung soal penyebab kerusakan, ia tak bisa memastikan.

Hanya disampaikan karet di pintu 6 memang sudah berusia lebih dari 10 tahun.

“Terakhir diganti 2012 lalu, jadi memang sudah lama,” imbuhnya.

Hingga kini, kerusakan belum teridentifikasi karena menunggu dari kantor BBWS Brantas. (fid/riz/bin) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *