Desakita.co – Kerusakan pada tanggul Saluran Induk (SI) Mrican Kanan di Desa Sembung, Kecamatan Perak, tak kunjung diperbaiki.
Tanggul berbahan cor itu pecah hingga tanah ikut tergerus.
Pantauan di lokasi, kerusakan pada tanggul memanjang hingga 10 meter lebih. Kondisinya juga nyaris sama.
Tanggul berbahan cor sudah tidak dalam kondisi utuh karena sebelumnya sudah pecah-pecah. ”Sudah lama rusaknya, sampai sekarang belum diperbaiki,” kata Mashudi salah seorang warga di lokasi.
Menurutnya, kerusakan tanggul itu sudah pernah disampaikan kepada kelompok tani beberapa tahun lalu. Untuk diteruskan ke kecamatan, supaya segera diperbaiki.
“Karena airnya di sini setiap tahun tidak pernah surut,” imbuhnya.
Jika dibiarkan terlalu lama, maka kerusakan tanggul akan semakin parah. ”Takutnya lama-lama ambrol,” ujar dia.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang Sultoni, ketika dikonfirmasi menyampaikan saluran itu masuk paket proyek BBWS Brantas yang sempat berhenti dan kini dilanjutkan lagi.
Hanya saja pengerjaan belum sampai ke titik tanggul yang rusak. Saat ini masih fokus di Desa Glagahan, Kecamatan Perak.
Dijelaskan, proyek saluran tidak dikerjakan sepanjang saluran. Pengerjaan fokus pada kerusakan tanggul yang parah.
”Jadi per spot, yang rusak dikerjakan. Kalau tidak rusak akan dilewati, karena di Mrican Kanan sebelumnya sudah ada perkuatan, beton ataupun batu kali,” pungkasnya. (fid/bin/ang)












