Pemerintahan

Waspada! Begini Potret Kerusakan Sayap Jembatan di 2 Desa di Jombang

×

Waspada! Begini Potret Kerusakan Sayap Jembatan di 2 Desa di Jombang

Sebarkan artikel ini
JEBOL: Sayap jembatan di Desa Randuwatang, Kecamatan Kudu rusak akibat tertabrak kendaraan. (AINUL HAFID)

Desakita.co – Kondisi sayap jembatan di Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, terpantau rusak, Senin (13/5).

Hal ini membuat pengendara yang melintas waswas.

Tampak, besi pembatas pada sayap jembatan yang menghubungkan Desa Mojowarno dengan Desa Mojowangi ini hampir copot dari tiang penyangga.

”Kerusakan sejak dua mingguan, pagi saya lewat kondisinya seperti ini,’’ ujar Wisnu Adi, salah seorang warga sekitar.

Secara pasti, ia tidak tahu persis penyebab kerusakan sayaj jembatan tersebut.

Baca Juga:  Tryout ANBK di MAN 10 Jombang: Tingkatkan Kepercayaan Diri Siswa

Baca Juga: Rusak Menahun, Sayap Jembatan di Desa Tanjunggunung Butuh Perbaikan, Begini Kondisinya

Namun, jika dilihat kondisi kerusakannya seperti ditrabrak kendaraan roda empat.

”Mungkin bisa jadi ditabrak, karena ini jalan utama dan yang lewat truk besar-besar,’’ tegasnya.

Sementara, di Desa Randuwatang, Kecamatan Kudu, ada juga kondisi sayap jembatan yang hancur setelah ditabrak kendaraan beberapa hari lalu.

Hal ini membuat pengguna jalan kini harus lebih berhati-hati.

Baca Juga:  Perbup Jombang Nomor 118 Tahun 2024 Terkait Juknis APBDes, Ini Linknya

Hasil pantauan wartawan koran ini menyebut, sayap jembatan itu berada persis di pertigaan jalan kabupaten dan provinsi.

Baca Juga: Awas! Sayap Jembatan di Desa Rejosopinggir, Tembelang Jombang Rusak, Muncul Retakan Ancam Pengendara

Di sampingnya masih terpasang pita kuning-hitam. Material sisa yang hancur masih tercecer di pinggir jalan.

”Minggu lalu rusak, kena truk,” celetuk Imam salah seorang sukarelawan pengatur lalu lintas.

Baca Juga:  Peringati HUT Ke-75 Satpol PP dan Damkar Jombang, Wakil Bupati Salmanudin Beri Apresiasi

Menurut dia, karena tepat berada di pertigaan jalan, selain dipasang tanda pita juga potongan kayu.

”Di samping jalan juga sudah jebol, bahaya bagi yang tidak tahu. Takutnya terperosok,” imbuhnya.

Tidak hanya di satu titik, menurutnya ada juga sayap jembatan di sisi lain yang juga rusak dalam rentang waktu cukup lama.

”Sebelah timur itu rusak sudah setahun lalu, sekarang ketambahan di sini juga rusak,” pungkas Imam. (ang/fid/bin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *