LifestylePemerintahanPendidikanPotensi

Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Lestarikan Tradisi dan Budaya, Gelar Sedekah Bumi dan Wayangan

×

Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Lestarikan Tradisi dan Budaya, Gelar Sedekah Bumi dan Wayangan

Sebarkan artikel ini
GUYUB: Pemerintah Desa Klinterejo bersama Kejari Kabupaten Mojokerto menggelar Wayang kulit dengan lakon Arjuna Wiwaha, Jumat (5/12).

DesaKita.co –Melestarikan tradisi dan budaya, khususnya Majapahit menjadi komitmen utama Pemerintah Desa (Pemdes) Klinterejo, Kecamatan Sooko.

Hal ini dibuktikan dengan digelarnya sedekah bumi dan pagelaran wayang kulit di lapangan desa setempat, Jumat (5/12).

Ajang ini sebagai wujud rasa syukur masyarakat desa sekaligus dalam rangka uri-uri budaya di tengah gempuran kemajuan zaman.

 

Acara tersebut diawali dari sedekah bumi yang berlangsung pagi hari di areal persawahan Dusun Ngenu dan diikuti tak kurang dari 300-an petani. Dengan membawa 40 tumpeng, para petani tampak guyub memanjatkan rasa syukur atas kelimpahan rezeki yang telah diberikan Tuhan.

Baca Juga:  Gelar Sedekah Bumi Setiap Tahun, Upaya Desa Pandanwangi Jombang Wujud Lestarikan Budaya dan Kearifan Lokal

Tak lupa, mereka juga turut memanjatkan doa agar masyarakat tetap diberikan keselamatan dan dihindarkan dari marabahaya.

Terutama, bagi petani yang berharap agar pertanian mereka tetap subur, sehingga mendapatkan hasil panen yaang melimpah.

’’Sedekah bumi ini rutin digelar setiap tahun dan dalam rangka wujud rasa syukur sekaligus harapan para petani agar tetap dilimpahkan rezeki dengan hasil panen yang bertambah setiap tahunnya,’’ ungkap Kepala Desa Klinterejo Zainal Abidin.

Baca Juga:  Luncurkan Aplikasi Simkopum, Cara Pemkab Jombang Wujudkan Koperasi Maju dan Modern

Setelah sedekah bumi, tradisi dan budaya dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Sareh Budi Utomo dengan lakon Arjuna Wiwaha yang berlangsung di lapangan desa area dekat Situs Bhre Kahuripan.

Pentas wayang kulit ini merupakan kerja bareng antara Pemdes Klinterejo dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto yang dihadiri Kajari Kabupaten Mojokerto Fauzi, serta Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI Kuntadi.

Baca Juga:  Wujud Rasa Syukur Hasil Panen, Pemdes Sumberjo, Kecamatan Plandaan Jombang Rutin Gelar Sedekah Bumi

Dengan gelaran wayang kulit ini, Abidin berharap tradisi dan budaya Jawa terus lestari.

Khususnya tradisi Majapahit yang disimbolkan dengan keberadaan Situs Bhre Kahuripan atau petilasan Tribuana Tungga Dewi di area lapangan desa setempat.

’’Pagelaran wayangnya mengambil lakon Mintaraga atau kawinnya Raden Harjuna dengan Putri Bidadari Supraba. Alhamdulilah ini komitmen kami dalam uri-uri budaya Jawa, terutama Majapahit yang tersohor hingga ke pelosok Tanah Air,’’ tandasnya. (far/ris)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *