Desakita.co – Tradisi berebut gunungan hasil bumi kembali mewarnai sedekah dusun di Dusun Diwek, Desa/Kecamatan Diwek, Minggu (31/5). Ratusan warga memadati lapangan dusun untuk mengikuti prosesi yang menjadi puncak rangkaian kegiatan tersebut.
Sedikitnya lima gunungan berisi aneka hasil bumi berjajar di tengah lapangan. Setelah didoakan bersama, gunungan langsung diperebutkan warga. Suasana pun berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Meski berebut hasil bumi yang diyakini membawa berkah, warga tetap tertib mengikuti prosesi.
Kepala Desa Diwek Suwarno mengatakan, gunungan menjadi simbol rasa syukur masyarakat yang diwujudkan melalui tradisi sedekah dusun atau bersih dusun. Kegiatan tersebut rutin digelar dan menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat. ”Gunungan itu bentuk rasa syukur masyarakat. Sedekah dusun ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di masing-masing dusun,” katanya.
Prosesi perebutan gunungan menjadi momen yang paling ditunggu warga. Sebelum diperebutkan, gunungan diarak menuju lapangan dusun dan didoakan bersama. ”Setelah diarak ke lapangan ada doa bersama. Setelah itu gunungan diperebutkan warga ramai-ramai. Di situ biasanya suasana paling seru,” imbuhnya.
Menurut Suwarno, sedekah dusun tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dari berbagai kalangan dapat berkumpul dan berinteraksi dalam suasana kebersamaan. ”Harapannya sedekah dusun ini tetap terjaga menjadi ajang silaturahmi warga. Semoga masyarakat semakin dekat, rukun, damai, dan bersatu,” tuturnya.
Selain memperkuat kerukunan, kegiatan itu juga menggerakkan perekonomian warga. Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut membuka lapak di sekitar lokasi kegiatan. ”Karena kegiatannya banyak, UMKM juga ikut terlibat. Harapannya bisa membantu mendongkrak usaha warga setempat,” ujarnya.
Rangkaian sedekah dusun masih akan berlanjut hingga akhir pekan nanti. Sebagai penutup, panitia menjadwalkan pagelaran wayang kulit pada Sabtu (6/6) malam di area makam leluhur Dusun Diwek. (fid/naz)












