Desakita.co – Lin Mulyati merupakan seorang ibu yang demokratis.
Ia tak suka memaksakan kehendaknya sendiri dalam mendidik anak.
Itu dilakukan untuk mengajarkan tanggung jawab kepada anak atas pilihan yang telah ditentukan sendiri.
”Saya adalah ibu yang demokratis, bukan menyuruh, tapi menyarankan, memberikan pertimbangan, jadi teman diskusi,” kata Lin.
Anak dibiasakan mempertanggungjawabkan apa yang telah menjadi pilihannya, termasuk dalam hal pendidikan.
”Sejak lulus jenjang SMP, anak pertama saya yang ingin sekolah di SMK Telkom di Malang saya izinkan, asal harus bertanggung jawab atas pilihannya,” katanya.
Baca Juga: Sri Rahayu Wanita Karir Asal Kelurahan Kaliwungu Jombang (2): Jaga Kesehatan dengan Rutin Bersepeda
Selain berusaha untuk menjadi sosok ibu dan teman bagi anak, Lin memiliki dorongan spiritual yang kuat bagi keberhasilan anak. Salah satu yang dilakukan dengan cara tirakat.
Setelah memberikan kebebasan anak dalam menentukan pilihan masa depan, dukungannya diberikan melalui doa, melalui salat malam, hingga puasa di hari kelahiran anak.
”Ibu beda dengan ayah, saya yakin itu, malam hari itu, ketika ayah tertidur, giliran ibu “berbincang” dengan Allah, urusan ibu dengan Allah,” kata ibu dua anak ini.
Ketika anak down misalnya, support tidak hanya melalui nasihat-nasihat saja, tapi juga dorongan doa yang harus dikuatkan. ”Kalau anak down, dorongan doa harus lebih kencang,” katanya.
Dorongan doa itu tidak hanya diberikan kepada kedua anaknya saja, tapi juga kepada semua siswanya. Ia ingin seluruh siswanya menjadi orang yang sukses.
”Dukungan spiritual tidak hanya kepada anak tapi juga kepada siswa,” jelasnya.
Dalam hal kesehatan, Lin kini lebih bugar dan lebih fresh setelah rutin menjalani aktivitas jalan kaki setelah Subuh. Setiap hari ia harus jalan kaki menempuh jarak minimal 1,8 kilometer.
”Dari Pandanwangi ke tetangga desa, sambil nengokin ibuk, itu setiap hari,” jelasnya.
Jalan kaki membuat pikirannya fresh, mood langsung meningkat, dan siap berangkat sekolah dan menghadapi siswa di sekolah.
”Itu dampaknya luar biasa sekali, saya juga suka bersepeda, tapi sekarang lebih suka jalan kaki sejak Covid-19,” pungkasnya. (wen/naz)












