Lifestyle

Tips Mendidik Anak Ala Lin Mulyati Warga Desa Pandawangi Jombang: Bersikap Demokratis pada Anak

×

Tips Mendidik Anak Ala Lin Mulyati Warga Desa Pandawangi Jombang: Bersikap Demokratis pada Anak

Sebarkan artikel ini
Lin Mulyati

Desakita.co – Lin Mulyati merupakan seorang ibu yang demokratis.

Ia tak suka memaksakan kehendaknya sendiri dalam mendidik anak.

Itu dilakukan untuk mengajarkan tanggung jawab kepada anak atas pilihan yang telah ditentukan sendiri.

”Saya adalah ibu yang demokratis, bukan menyuruh, tapi menyarankan, memberikan pertimbangan, jadi teman diskusi,” kata Lin.

Anak dibiasakan mempertanggungjawabkan apa yang telah menjadi pilihannya, termasuk dalam hal pendidikan.

”Sejak lulus jenjang SMP, anak pertama saya yang ingin sekolah di SMK Telkom di Malang saya izinkan, asal harus bertanggung jawab atas pilihannya,” katanya.

Baca Juga:  Makna Aktivitas Ramadan Menurut Mudzir GOQURAN Pontren Balonggading Desa Sepanyul Gudo Jombang

Baca Juga: Sri Rahayu Wanita Karir Asal Kelurahan Kaliwungu Jombang (2): Jaga Kesehatan dengan Rutin Bersepeda

Selain berusaha untuk menjadi sosok ibu dan teman bagi anak, Lin memiliki dorongan spiritual yang kuat bagi keberhasilan anak. Salah satu yang dilakukan dengan cara tirakat.

Setelah memberikan kebebasan anak dalam menentukan pilihan masa depan, dukungannya diberikan melalui doa, melalui salat malam, hingga puasa di hari kelahiran anak.

”Ibu beda dengan ayah, saya yakin itu, malam hari itu, ketika ayah tertidur, giliran ibu “berbincang” dengan Allah, urusan ibu dengan Allah,” kata ibu dua anak ini.

Baca Juga:  Diikuti Siswa hingga Pegiat Lingkungan, Jombang Eco Creative 2025 Sukses dan Meriah

Ketika anak down misalnya, support tidak hanya melalui nasihat-nasihat saja, tapi juga dorongan doa yang harus dikuatkan. ”Kalau anak down, dorongan doa harus lebih kencang,” katanya.

Dorongan doa itu tidak hanya diberikan kepada kedua anaknya saja, tapi juga kepada semua siswanya. Ia ingin seluruh siswanya menjadi orang yang sukses.

”Dukungan spiritual tidak hanya kepada anak tapi juga kepada siswa,” jelasnya.

Baca Juga: Sri Rahayu Wanita Karir Asal Kelurahan Kaliwungu Jombang (1): Wanita Harus Mandiri, Tak Boleh Berpangku Tangan

Baca Juga:  Cerita Muhlashon Jalaluddin Warga Desa Pucangsimo Jombang Tinggal di Mesir (2): Perayaan Ramadan Lebih Meriah, Tak Ada Tradisi Mudik Saat Lebaran

Dalam hal kesehatan, Lin kini lebih bugar dan lebih fresh setelah rutin menjalani aktivitas jalan kaki setelah Subuh. Setiap hari ia harus jalan kaki menempuh jarak minimal 1,8 kilometer.

”Dari Pandanwangi ke tetangga desa, sambil nengokin ibuk, itu setiap hari,” jelasnya.

Jalan kaki membuat pikirannya fresh, mood langsung meningkat, dan siap berangkat sekolah dan menghadapi siswa di sekolah.

”Itu dampaknya luar biasa sekali, saya juga suka bersepeda, tapi sekarang lebih suka jalan kaki sejak Covid-19,” pungkasnya. (wen/naz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *