Pemerintahan

Capai 500 Ton Per Hari, Bulog Komitmen Serap Gabah Petani di Jombang

×

Capai 500 Ton Per Hari, Bulog Komitmen Serap Gabah Petani di Jombang

Sebarkan artikel ini
Perum Bulog Cabang Mojokerto memastikan seluruh kegiatan penyerapan gabah petani di Jombang berjalan maksimal

Desakita.co – Perum Bulog Cabang Mojokerto memastikan seluruh kegiatan penyerapan gabah petani di Jombang berjalan maksimal.

Bulog juga memastikan ketersediaan gudang masih sangat cukup untuk menyimpan beras hasil olah GKP (gabah kering panen) petani.

”Penyerapan Bulog Cabang Mojokerto sampai hari ini masih berlangsung, setiap hari kita menyerap hingga 500 ton gabah petani di Kabupaten Jombang bersama mitra yang ada,” terang Pimpinan Cabang Perum Bulog Mojokerto Muhammad Husin, Selasa (8/4).

Pihaknya memerinci, ada 10 mitra yang setiap hari membantu Bulog untuk mengolah gabah petani.

Para mitra ini, yang nantinya berperan untuk membantu pengeringan dan giling gabah yang telah diserap dari petani.

”Jadi kami sebelum dan selama Ramadan sampai sekarang terus menyerap, bahkan kami sampai malam bahkan sampai pagi di sawah juga,” lontarnya.

Baca Juga:  Logistik Pemilu Mulai Ditarik ke Gudang KPU Jombang, Ketua KPU: Kita Persiapan Rekapitulasi Suara Tingkat Kabupaten

Husin juga memastikan, Bulog Cabang Mojokerto masih terus akan melakukan penyerapan gabah petani baik di Kabupaten Jombang maupun Mojokerto Raya.

Baca Juga: Gandeng Kodim 0814 Jombang, Bulog Pantau Serapan Gabah Petani di Desa Menganto

Alokasi gudang untuk penyimpanan beras hasil olah dari serapan gabah petani juga masih sangat cukup.

”Target kami dari 47.300 ton untuk Jombang dan Mojokerto, saat ini masih kurang 29.000 ton.

Adapun 65 persen dari penyerapan gabah saat ini kami serap dari wilayah Jombang. Dan kami pastikan gudang masih tersedia dan cukup,” rincinya.

Jika dijual kepada Bulog, Husin menyebut petani juga dipastikan akan mendapatkan harga sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Baca Juga:  Bangun Kekompakan Antarwarga, Desa Kebontemu Jombang Punya Gawe Mancing Bareng

Karenanya, pihaknya juga meminta agar petani menjaga kualitas hasil panennya.

”Di awal, kualitas bisa kami ambil sepenuhnya, namun setelah evaluasi, walaupun kami terima kondisi basah, namun kami tidak bisa menerima gabah yang kondisi sudah menghitam atau berkecambah,” imbuhnya.

Hal itu, lantaran gabah yang diserap Bulog juga nantinya akan diolah menjadi beras. Beras itu, juga nanti yang akan disalurkan kembali kepada masyarakat saat pemerintah memberikan bantuan sosial dan kebutuhan lainnya.

”Sehingga dengan kualitas gabah yang baik, berasnya juga akan baik. Nantipun saat disalurkan kepada masyarakat kembali harapannya juga kualitasnya tetap baik,” tambah Husin.

Baca Juga: Panen Raya di Desa Mojokrapak, Bupati Jombang bersama Bulog Komitmen Jaga Stabilitas Harga Gabah

Baca Juga:  Terapkan Program ILP, Cara Puskesmas Sumobito Jombang Tingkatkan Pelayanan

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan berharga ini selama panen raya.

Husin juga meminta masyarakat untuk bisa berkoordinasi dengan babinsa hingga penyuluh pertanian lapangan (PPL) setempat jika mereka berkeinginan gabah hasil panennya diserap.

”Intinya Bulog tetap siap menyerap gabah petani, bagaimana caranya, bisa koordinasi dengan babinsa, dengan PPL atau dengan kelompok taninya. Kami nanti yang datang,” tegasnya.

Pihaknya juga menyebut, bagi petani yang saat ini belum terserap gabahnya dari Bulog, masih ada cara lain agar mereka tetap mendapat harga baik.

”Yaitu dengan cara dipanen dan dikeringkan, kemudian digiling menjadi beras. Kami juga akan menyerap beras yang diproduksi petani,” pungkasnya. (riz/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *