DesaKita.co – Warga Dusun Penggaron, Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Jombang hidup dalam kecemasan setiap kali turun hujan.
Tujuh rumah mengalami retak parah dan terancam ambruk akibat tanggul Sungai Slumbung yang terus tergerus aliran air.
Salah satu warga terdampak, Sujiono, 50, mengaku, keretakan di rumahnya sudah terjadi sejak dua bulan terakhir.
Keretakan semakin parah saat hujan mengguyur wilayah tersebut. Setiap hujan deras datang, rasa waswas selalu menghantui keluarganya.
’’Kalau hujan deras rasanya tidak tenang, kadang ada getaran. Retakannya tambah lebar sedikit demi sedikit,’’ kata Sujiono.
Retakan bangunan kian melebar saat hujan deras disertai getaran. Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih berpindah tempat tidur. Bahkan ada yang terpaksa mengungsi demi menghindari risiko longsor susulan.
Retakan bahkan membelah bagian kamar tidurnya hingga ia memilih pindah tidur ke ruang tamu. ’’Takut kalau tiba-tiba ambruk,’’ ujarnya.
Sujiono berharap, ada penanganan cepat dari pemerintah. Terutama penguatan tanggul sungai agar tanah di bawah rumah warga tidak terus ambles.
’’Kami berharap ada bantuan untuk memperbaiki rumah dan tanggul, supaya tidak makin parah,’’ ucapnya.
Kondisi serupa dialami warga lain di bantaran Sungai Slumbung. Beberapa rumah terlihat retak di bagian bawah.
Sementara sebagian bangunan mulai miring ke arah sungai, menandakan struktur tanah yang semakin labil.
Kepala Dusun Penggaron, Mahmud Nasution, mengatakan, kerusakan tanggul sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Namun, dampaknya semakin terasa setelah banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.
’’Yang terdampak sampai saat ini tujuh rumah. Ada yang retak-retak, ada juga yang sudah longsor,’’ kata Mahmud. Rumah yang paling parah, retak di bagian bawah dan posisi dapurnya sudah miring.
Retakan pada rumah warga sebenarnya sudah muncul sejak dua hingga tiga tahun lalu. Namun kembali melebar dalam dua pekan terakhir pasca banjir. Kondisi tersebut membuat satu keluarga terpaksa mengungsi karena khawatir terjadi longsor susulan saat hujan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang membenarkan adanya ancaman kerusakan rumah warga akibat longsoran tanggul sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas, melalui Supervisor Pusdalops BPBD Jombang, Stevy Maria, mengatakan, pihaknya telah beberapa kali turun ke lokasi untuk melakukan asesmen.
’’Dari hasil kajian kami, ada tanggul yang menggantung dan tembok rumah yang sudah mulai retak,’’ kata Stevy.
Longsoran tanggul semakin melebar setelah banjir terakhir, sehingga memperparah kondisi bangunan warga. ’’Kondisinya makin parah, retakan pada tembok rumah juga semakin banyak,’’ ujarnya.
BPBD Jombang telah tiga kali melakukan asesmen dan sudah menyampaikan laporan serta surat kepada instansi terkait untuk penanganan lanjutan.
Hingga kini, warga berharap perbaikan tanggul Sungai Slumbung segera direalisasikan. Mengingat intensitas hujan masih tinggi dan potensi longsor masih mengancam rumah mereka. (riz/jif)











