Desakita.co – Berada di kawasan perbatasan tak lantas membuat Pemerintah Desa (Pemdes) Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, minder.
Mereka justru siap menjadikan desa dengan lima dusun ini sebagai kawasan dengan perputaran ekonomi tinggi layaknya Singapura.
Salah satunya dengan membangun pasar rakyat yang diwacanakan mulai tahun ini.
Untuk merealisasikan mimpi itu, tanah kas desa (TKD) seluas 2 hektare telah disiapkan sebagai lokasi pasar.
Lahan tersebut berada di antara Dusun Lengkong dan Kangkungan yang kini masih berupa rawa-rawa.
Tidak hanya lahan, pemdes juga mulai menyusun anggaran yang akan diusulkan ke pemerintah daerah (pemda) untuk pembiayaan pembangunan pasar.
Tak tanggung-tanggung, nilai anggaran lebih dari Rp 1 miliar bakal diajukan untuk membangun pasar rakyat berkonsep ramah lingkungan itu.
’’Kami sudah wacanakan kepada petinggi daerah, khususnya Bupati Mojokerto (Muhammad Albarraa) pembangunan pasar secara lisan. Namun, kami tetap melewati jalur resmi, yakni diajukan lewat bantuan keuangan (BK) desa ke pemkab,’’ ujar Kepala Desa Lengkong Nuroso.
Gagasan membangun pasar diakui Nuroso karena lokasi Lengkong yang strategis.
Sebagai lalu lintas warga yang akan menuju Kota Mojokerto maupun sebaliknya.
Termasuk warga Sidoarjo, terutama dari wilayah Kecamatan Tarik, Balongbendo, dan Krian, yang selama ini kerap melintasi Desa Lengkong sebelum ke wilayah kota.
Tingginya arus lalu lintas itu berpotensi dapat memunculkan pusaran rupiah.
Apalagi, di Kecamatan Mojoanyar sejauh ini belum tersedia pasar rakyat yang dapat mencukupi kebutuhan hidup warga.
’’Warga kami harus ke Kota Mojokerto dulu untuk mencari barang yang dibutuhkan. Kami ingin seperti negara Singapura, meskipun kecil namun perputaran ekonomi di sana sangat tinggi. Sehingga warga yang tinggal di sana sejahtera,’’ tandasnya. (far/ris)











