DesaKita.co – Dusun Mojogeng, Desa Sadartengah, Kecamatan Mojoanyar, menggelar ruwat dusun, Minggu (15/2).
Langkah ini bagian dari wujud syukur dan uri-uri budaya oleh warga di era modern. Rangkaian acara ruwah dusun yang diikuti warga setempat berjalan meriah.
Gunungan hasil bumi dan jajanan yang diarak warga menuju punden Mbah Memeh, sesepuh dusun setempat, ini kian menyedot antusiasme masyarakat dari berbagai daerah.
Mereka tumplek-blek turut menyaksikan kearifan lokal yang masih tetap dilestarikan di era modern sekarang ini.
”Ruwah dusun ini wujud syukur warga, hasil swadaya masyarakat Dusun Mojogeng yang setiap tahun selalu diselenggarakan atas prakarsa oleh tokoh masyarakat dan kepala dusun,” ungkap Ketua BPD Desa Sadartengah Ahmad Rudi Yanto.
Menurutnya, sedekah bumi ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antarwarga.
Kegiatan yang sudah berlangsung sejak enam tahun terakhir ini juga menambah kekompakan antarwarga.
Baik generasi muda maupun orang tua. Melalui ruwah dusun ini masyarakat yang terbagi dalam lima RT tersebut dituntut untuk adu kreatif membuat gunungan hasil bumi.
Mulai dari nanas, terong, kacang panjang, apel, tomat, sawi, delima, mentimun, wortel, petai, cabai hingga kepala kuning.
Buah kreasinya ini turut diarak keliling dusun dipandu kepala dusun berkostum adat yang dijadikan layaknya raja dengan dikawal prajurit.
”Ini bagian dari melestarikan budaya leluhur. Sekaligus memperkenalkan dan menumbuhkan karakter kepada generasi muda agar kegiatan kearifan lokal seperti ini tidak lekang zaman,” paparnya.
Melalui sedekah bumi ini, masyarakat berharap diberikan keberkahan.
”Harapan dan tujuan setiap menjelang bulan puasa acara ini dilaksanakan agar masyarakat Dusun Mojogeng dijauhkan dari segala macan musibah, diberikan kelancaran rejeki, dan sehat walafiat,” tandasnya.
Kepala Dusun Mojogeng Suwitomo menambahkan, kegiatan ruwah desa ini diharapkan terus dilestarikan setiap tahunnya.
Upaya tersebut bagian dari uri-uri budaya dan menjaga kearifan lokal.
”Terima kasih atas partisipasi semua unsur masyarakat. Sedekah bumi ini kami harapkan menjadi momentum mempererat persatuan antarwarga, sehingga kondusivitas selalu terjaga,” paparnya. (ori/ris)












