Desakita.co – Keberhasilan Pemerintah Desa (Pemdes) Tambakrejo, Kecamatan Jombang mengerakkan perekonomian masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) diapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang. Piagam penghargaan sebagai BUMDesa Berkinerja Baik ke-1 diberikan oleh Bupati Jombang Warsubi saat upacara HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Alun-alun Jombang, Minggu (17/8) pagi.
Beberapa indikator sebagai kriteria penilaiannya meliputi segi omzet, telah berbadan hukum, usaha yang dikelola memberikan kemanfaatan bagi masyarakat desa serta unit usaha yang dikelola lebih dari tiga unit, menjadi suplayer Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta jumlah karyawan yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaan unit usaha.
Kepala Desa Tambakrejo Mohammad Nasir Fadlillah menerangkan, awal kebangkitan BUMDesa terjadi sejak setahun terakhir pasca-direvitalisasi. ”BUMDesa Sejahtera Tambakrejo telah berdiri sejak 2015 namun kurang optimal. Dengan adanya perubahan struktur kepengurusan serta mengusung nama baru BUMDesa Berkah Sejahtera Tambakrejo, alhamdulilah hingga saat ini dapat semakin berkembang serta memberikan manfaat nyata meningkatnya pendapatan asli desa (PADesa) dan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Saat ini, BUMDesa Berkah Sejahtera Tambakrejo tercatat mengelola delapan bidang usaha dan dua unit non-usaha. Delapan unit bidang usaha tersebut meliputi pengelolaan sampah (Sahabat Sampah), bank sampah (Adem Ayem). Ada juga penyewaan alat pesta (Berkah Gala Equipment), payment point (BUMDES-Pay), pengelolaan toko desa dan lapangan sepakbola (Berkah Desa), toko material bangunan (Toko Sumber Berkah), unit usaha ketahanan pangan (Sumber Gizi Berkah) serta katering BUMDesa. ”Sedangkan untuk dua unit bidang non-usaha yang dikelola meliputi pioner media dan Tambakrejo FC di bidang olahraga,” terangnya.
BUMDesa Berkah Sejahtera Tambakrejo juga mengarahkan konsentrasi usahanya pada penyediaan telur ayam, buah, dan bahan pangan lokal lainnya yang dibutuhkan dalam program prioritas nasional makan bergizi gratis (MBG). Mereka juga telah resmi menjalin kontrak kerja sama supplier bahan baku dan pengelolaan sampah dengan dua lembaga pelaksana MBG, yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pengurus Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur dan SPPG Yayasan Mahfudhoh Ali Ubaid.
Selain menyediakan bahan pangan, BUMDesa juga mengelola sampah organik dari dapur MBG untuk diolah menjadi pakan ternak alternatif. ”Inisiatif ini tidak hanya mengurangi limbah, namun juga menciptakan efisiensi dalam produksi pakan ternak ayam, sehingga memperkuat ekosistem usaha peternakan BUMDesa secara berkelanjutan,” bebernya.
Direktur BUMDesa Berkah Sejahtera Tambakrejo Arif Rohmatus Salam menambahkan bahwa seluruh upaya pengoptimalan potensi lokal yang telah dilakukan bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa. ”Kami ingin BUMDesa menjadi cermin kemandirian ekonomi desa yang tumbuh dari kekuatan lokal, dengan diiringi tata kelola yang transparan, inovatif dan profesional,” pungkasnya. (dwi/naz)











