Desakita.co – Hingga awal September, tercatat ada 210 pasien gagal ginjal yang secara rutin menjalani cuci darah di RSUD Jombang atau biasa disebut hemodialisis. Semuanya ditangani dua dokter spesialis penyakit dalam yang memiliki kompetensi dialisis. Bagaimana terapinya?
PULUHAN pasien silih berganti memasuki ruang hemodialisis RSUD Jombang untuk menjalani cuci darah. Ketika membuka pintu, sapaan hangat dari tim dokter yang bertugas menyambut setiap pasien yang datang. Tak hanya memeriksa kondisi pasien, tim dokter juga menanyakan kabar dan memotivasi pasien. Ya, begitulah gambaran pelayanan pasien hemodialisis saat menjalani cuci darah di RSUD Jombang.
Direktur RSUD Jombang Dr dr Ma’murotus Sa’diyah MKes menyampaikan, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pasien penyakit dalam, termasuk terapi cuci darah. ”Kami memiliki SDM profesional berkompeten serta 24 unit mesin hemodialisis. Dengan dukungan dokter spesialis berkompeten dan tenaga keperawatan yang tersertifikasi hemodialisis, pasien kita pastikan mendapat pelayanan yang optimal,” ujarnya, Selasa (2/9).
RSUD Kabupaten Jombang memiliki enam dokter spesialis penyakit dalam, dan memiliki kompetensi tambahan sebagai dokter untuk terapi dialisis sebanyak dua orang yaitu dr Agatha Maharani Sp.PD, dan dr Irma Yuliawati Puji Lestari Sp.PD. Setiap dokter telah memiliki penjadwalan masing masing.
Pasien yang dilayani hemodialisis di RSUD Kabupaten Jombang bukan hanya berasal dari Kabupaten Jombang, tetapi ada yang berasal dari kabupaten sekitar, seperti Lamongan dan Nganjuk.
Salah satu pasien, Reso, 52, , mengaku sudah menjalani terapi cuci darah. Ia rutin melakukan hemodialisis di RSUD Jombang. ”Di sini semua mendukung, mulai dokter, perawat, hingga sesama pasien. Itu membuat saya kuat,” ungkapnya.
Meski harus bolak-balik rumah sakit seminggu dua kali, Reso tetap menjaga semangat. Sebagai buruh tani, ia berusaha tetap aktif bekerja agar mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Ia juga menjaga pola hidup dengan makan bergizi serta rajin olahraga, terutama jalan cepat setiap hari. ”Motivasi saya sederhana, ingin tetap hidup agar bisa mandiri,” papar dia.
Di wawancara terpisah, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Jombang, dr Agatha Maharani Sp.PD, menyebut Reso sebagai salah satu pasien yang penuh semangat menjalani pengobatan. Saat ini, RSUD Jombang merawat sekitar 210 pasien gagal ginjal yang menjalani terapi cuci darah. Fasilitas hemodialisis di RSUD Jombang saat ini cukup memadai dengan 24 unit mesin cuci darah.
Ia menjelaskan, faktor penyebab seseorang mengalami gagal ginjal beragam, mulai dari diabetes, hipertensi, kista ginjal, batu ginjal, hingga riwayat penyakit lain. Namun, semangat pasien dalam menjalani pengobatan menjadi hal yang sangat penting. Salah satu hal terpenting yang harus disampaikan kepada pasien yang menjalani hemodialisis adalah pola hidup yang sehat, seperti diet tinggi kalori tinggi protein, rendah garam, pembatasan cairan, hindari buah atau makanan yang mengandung kalium tinggi seperti pisang.
Ia mencontohkan, semangat Reso menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk tetap produktif. Dengan dukungan keluarga, tenaga medis, dan semangat hidup, ia terus berjuang melawan penyakitnya. Dengan fasilitas yang terus ditingkatkan dan dukungan penuh dari dokter spesialis, RSUD Jombang berharap layanan hemodialisis dapat menjaga kualitas hidup pasien dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. (naz)






