KulinerPemerintahanPotensi

Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Gelar Tasyakuran Tuntasnya Pembangunan Jembatan Talunbrak

×

Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Gelar Tasyakuran Tuntasnya Pembangunan Jembatan Talunbrak

Sebarkan artikel ini
RASA SYUKUR: Acara tasyakuran dan sedekah bumi atas rampungnya pembangunan Jembatan Talunbrak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Rabu (5/11).

Desakita.co – Warga Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, menggelar tasyakuran dan sekedah bumi atas tuntasnya pembangunan Jembatan Talunbrak.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk syukur dan semangat bersama untuk menjaga pembangunan yang selama ini dibutuhkan.

Acara tasyakuran dan sekedah bumi yang berlangsung Rabu (5/11) lalu itu diisi dengan doa bersama dan hiburan ludruk Budhi Wijaya.

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa hadir untuk memberi sambutan dan memotong tumpeng sebagai bentuk simbolis rasa syukur. Kepala Desa Talunblandong Anton Suprapto menyampaikan apresiasi kepada bupati karena telah mendukung pembangunan di wilayahnya.

Menurutnya, mewujudkan Jembatan Talunbrak merupakan pekerjaan besar yang diperjuangkan sejak 2019.

Baca Juga:  Desa Mojowiryo, Kecamatan Kemlagi 101 Tahun Usia Desa, Warga Sumbang 400 Tumpeng

”Perjuangan membangun jembatan ini panjang, tapi hasilnya kini bisa dinikmati bersama. Mari kita rawat dan jaga jembatan ini agar menjadi kebanggaan masyarakat Talunblandong,” ungkapnya.

Jembatan Talunbrak memiliki panjang 60 meter dengan lebar 6 meter.

Jembatan di atas Kali Lamong ini dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp 13,5 miliar yang bersumber dari dana hibah rehabilitasi konstruksi BNPB.

Infrastruktur tersebut menjadi akses vital yang menghubungkan wilayah paling utara Kabupaten Mojokerto.

Keberadaan jembatan sekaligus menjadi solusi permasalahan banjir langganan di Dusun Talunbrak yang dihuni 56 rumah dengan 94 kepala keluarga.

Baca Juga:  Tak Perlu Lulusan SMA, Ini Syarat Terbaru Calon Kepala Desa Sesuai UU Desa Nomor 3 Tahun 2024

”Terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah meletakkan batu pertama pada 16 April, dan alhamdulillah pada 23 Oktober kemarin sudah selesai 100 persen. Semoga ke depan wilayah paling utara Kabupaten Mojokerto ini semakin ramai dengan adanya sport center, rest area, atau alun-alun agar menjadi daya tarik baru bagi daerah kita,” tutur Anton.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa berharap kehadiran jembatan baru membawa banyak dampak positif bagi masyarakat.

Selain mengatasi persoalan banjir, jembatan tersebut juga dapat memperpendek jarak tempuh warga yang hendak menuju pusat Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga:  Rawan Longsor, Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam Jombang Ditetapkan Darurat Bencana

”Dulu, jembatan lama memiliki penyangga di bawahnya yang sering tersangkut ranting dan sampah hingga menyebabkan banjir. Sekarang, desainnya lebih baik tanpa penyangga bawah, sehingga aliran air lancar dan tidak lagi meluap ke rumah warga,” terangnya.

Gus Bupati juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga dan merawat jembatan agar tetap awet serta menjadi ikon baru Desa Talunblandong.

”Kami berharap, jembatan sebagus ini dapat dirawat. Kalau bisa, diberi lampu-lampu agar terlihat lebih terang,” imbuhnya. (adi/ris)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *