Desakita.co – Prestasi membanggakan diraih Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang. RW 03 di wilayah tersebut berhasil meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari, kategori tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Dr Hanif Faisol Nurofiq, dalam acara penganugerahan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin (1/12).
Proklim Lestari merupakan level tertinggi dari kategori Pratama, Madya, Utama, dan Utama Trophy. Penghargaan ini diberikan atas komitmen warga RW 03 Kaliwungu yang melibatkan kader lingkungan dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, mulai dari penanaman pohon, pengelolaan sampah, hingga konservasi air.
Kepala Kelurahan Kaliwungu, Ade Yudha Kusuma, menyebut capaian ini merupakan hasil kerja keras bersama. ”Lingkungan RW.03 yang meliputi warga dari RT.07, 08, 09 dan RT.10 telah bekerja keras dalam bersinergi menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya,” terangnya.
Berbagai sosialisasi juga digelar dengan menghadirkan narasumber berkompeten untuk membagikan pengetahuan terkait langkah konkret menghadapi perubahan iklim. ”Tujuannya agar masyarakat dapat mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tandas Ade.
Penilaian keberhasilan Kaliwungu meliputi dua kategori utama Proklim, yakni adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. ”Pengayaan aksi adaptasi perubahan iklim di lingkungan kami meliputi SEKAM (Sampah, Energi, Kehati, Air, Makanan),” ujarnya.
Dalam pengelolaan sampah, warga menerapkan program tematik SIBESUT (SIap pilah sampah dari rumah, Bank sampah, Ecobrik sampah kemasan, dan kompoS untuk tanaman). Untuk energi, dilakukan penghematan serta pemanfaatan energi baru terbarukan dengan tenaga surya. Warga juga memanfaatkan pekarangan untuk budidaya tanaman, ternak, dan ikan. ”Ditambah dengan peningkatan penghijauan melalui penanaman pohon di pinggir jalan-jalan lingkungan,” tambahnya.
Selain itu, warga Kaliwungu telah memanfaatkan air hujan dengan Penampungan Air Hujan (PAH) di berbagai titik, ditunjang biopori, sumur resapan, dan saluran pembuangan air yang tertata. Program berkesinambungan ini menghasilkan produk makanan sehat berbahan lokal. ”Kolaborasi antar-kelembagaan serta partisipasi aktif warga masyarakat Kelurahan Kaliwungu dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di kehidupan keseharian merupakan kepedulian nyata terhadap lingkungan mereka,” pungkas Ade. (dwi/naz)











