Desakita.co – Setelah dua kali terputus akibat tergerus arus sungai, akses jembatan di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto kembali terhubung. Meski masih bersifat darurat, tersambungnya jembatan bailey ini mempermudah aksesibilitas masyarakat.
Miskan, Kepala Desa Wonodadi menuturkan, keberadaan jebatan dengan rangka baja ini sangat membantu aktivitas masyarakat. Mengingat, akses yang menghubungkan Dusun Sumberkembar dan Dusun Wonokerto ini merupakan jalur yang sangat vital bagi warga. ’
‘’Setelah selesai dan tersambung, warga langsung menggelar tasyakuran. Karena memang jembatan itu merupakan jalan poros,’’ ungkapnya.
Sehari-hari, ungkap Miskan, jembatan menjadi akses utama bagi masyarakat untuk berbagai kegiatan. Tak sekadar swbagai jalur transportasi, keberadaan jembatan juga menjadi penopang penopang ekonomi hingga menunjang kegiatan belajar mengajar.
’’Jadi jembatan sebagai akses untuk anak-anak bersekolah dan orang pergi bekerja,’’ ulasnya.
Sebelumnya, jembatan utama di Desa Wonodadi ini putus total akibat tergerus arus sungai pertengahan Maret 2025 lalu. Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto sedianya telah membangun jembatan sementara, namun akses darurat ini kembali mengalami ambruk akibat peningkatan debit air sungai pada November tahun lalu.
’’Selama jembatan rusak sangat merugikan sekali, karena warga harus memutar dengan menempuh jarak yang lebih jauh,’’ imbuhnya.
Aksesibilitas warga kembali normal setelah Pemkab Mojokerto membangun jembatan bailey yang tuntas dikerjakan akhir Desember lalu.
’’Setelah jembatan tersambung, warga kini bisa lebih cepat,’’ paparnya.
Masyarakat Desa Wonodadi juga menyambut baik rencana pemda untuk membangun jembatan permanen yang bakal dilaksanakan di tahun ini. Miskan mengatakan, pekerjaan infrastruktur tersebut memang menjadi harapan dari warga agar dapat menunjang akses transportasi dan perekonomian warga.
’’Insya Allah tahun 2026 ini ada pembangunan jembatan permanen, alhamdulillah warga sangat berterima kasih,’’ pungkasnya. (ram/fen)












