Pemerintahan

Waduh! Rumah Perangkat Desa Mancar Peterongan Jombang Didemo Warga, Ini Penyebabnya

×

Waduh! Rumah Perangkat Desa Mancar Peterongan Jombang Didemo Warga, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
DIPASANG POSTER: Rumah perangkat desa dan bendahara PKK Desa Mancar dipasangi warga dengan poster.

Desakita.co – Sebuah rumah milik salah satu perangkat Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, jadi sasaran aksi demo warga, Selasa (27/3) siang.

Mereka memasang poster bernada protes karena uang tabungan PKK tak kunjung dibagikan.

“Kembalikan uang hasil keringat kami. ‘Ojok ngentekno duek e wong cilik, cepet balekno ojo janji-janti tok. ‘Saya janda butuh biaya tolong kembalikan uang saya, pengurus PKK harus tanggungjawab.

Baca Juga:  Siswa SDN Pojokrejo Jombang Berhasil Raih Medali Emas O2SN, Diharapkan Jadi Pemicu Motivasi Siswa Lain

Begitu di antara protes warga. Tak hanya itu, di antara poster terdapat sejumlah makian hingga sumpah serapah.

“Rumahnya kosong, sudah beberapa hari ini tidak terlihat ML sama E,” ungkap AT, salah seorang warga di lokasi.

Pemasangan poster protes itu sengaja dilakukan anggota PKK dari beberapa RT di RW 3 Desa Mancar.

“Jadi perkaranya ada uang tabungan ibu-ibu, dipegang bendahara, katanya mau dibagi H-7 lebaran, tapi tidak jelas uangnya,” lanjutnya.

Baca Juga:  Masih Berproses, Pengadaan Lahan Huntap Warga Terdampak Longsor Wonosalam Jombang Butuh Rekom BPN

Sebelum memasang poster, sejumlah warga sempat melakukan demonstrasi di Balai Desa Mancar dengan membawa poster yang sama.

Warga meminta uang mereka dikembalikan sesuai perjanjian.

“Habis dari balai desa itu ramai-ramai ke rumah. Sekarang nggak tahu di mana, menghilang,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Fia, 48, warga lain yang ikut demo ke balai desa.

Baca Juga:  Dulu Jadi Jujugan Warga Berlibur, Taman Tirta Wisata Jombang Kini Mangkrak Alami Kerusakan Menyeluruh

Uang tabungan yang dibawa berkisar antara Rp 50 juta sampai Rp 100 juta rupiah.

Protes itu dilakukan karena warga geram ML dan E  menghilang setelah berjanji akan mencairkan uang tabungan.

“Hari raya kurang 1 minggu katanya dibayar, orangnya nggak ada dan tidak bisa dihubungi,” terang dia. (riz/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *