Desakita.co – Sejumlah petani di Kecamatan Plandaan terpaksa mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah.
Menyusul suplai air irigasi pengairan terbatas imbas Dam Karet di Desa Jatimlerek Kabupaten Jombang jebol.
Akibatnya, biaya operasional yang dikeluarkan petani membengkak.
Seperti yang dilakukan sejumlah petani di Dusun Keputran, Desa Jatimlerek.
Para petani menggunakan mesin pompa guna kebutuhan irigasi pertanian.
”Biasanya di sini pengairannya dari saluran, berhubung damnya jebol mau nggak mau pakai sumur bor,” kata Yasin salah seorang petani.
Langkah itu dilakukan, lantaran tanaman padi miliknya baru saja ditanam.
Saat ini usianya hampir dua minggu. ”Kalau tidak begitu bisa kekurangan air, kabarnya nanti ada bantuan tiga tempat buat sumur bor,” imbuh dia.
Karena mengandalkan sumur pompa, otomatis biaya operasional petani membangkak
. ”Kalau pakai sumur pompa otomatis biaya nambah, untuk beli solar, kalau pompanya sewa malah lebih banyak lagi pengeluarannya,” singkatnya.
Kondisi serupa juga dilakukan beberapa petani di Desa Gebangbunder, Kecamatan Plandaan.
Baca Juga: Dampak Dam Karet di Desa Jatimlerek Plandaan Jebol, Luas Tanam Padi Dipastikan Menurun
Bedanya di sebagian sawah selama ini sudah mengandalkan sumur bor saat musim tanam kedua.
”Pengairan dari Jatimlerek dari dulu tidak sampai ke sini, makanya sudah biasa pakai sumur bor.
Beda kalau di Dusun Keputran itu sealiran dari Jatimlerek,” kata Safii petani setempat.
Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang Sultoni mengatakan, ada penambahan pompa di intake Jatimlerek.
”Jadi, ada tambahan pompa dari BPBD Jombang, sehingga sekarang total tiga pompa,” ujar Sultoni.
Penanganan di lokasi itu, lanjut dia, juga sudah dilakukan.
Yakni melakukan pengerukan pada saluran irigasi yang mengarah ke sawah.
Baca Juga: Mulai Dibangunkan Kisdam, Perbaikan Dam Karet di Desa Jatimlerek Jombang yang Rusak, Ini Tujuannya
”Beberapa titik kita keruk dan digali, termasuk penambahan pergeseran pipa hisap pompa,” imbuh dia.
Diakui, naiknya debit air Sungai Brantas juga turut berdampak.
Air dari Sungai Brantas langsung masuk ke intake irigasi Jatimlerek.
”Karena ada flushing atau penggelontoran air dari Bendungan Wlingi (Kabupaten Blitar) sampai 25 Mei, sehingga air tanpa dipompa langsung masuk ke intake,” kata Sultoni. (fid/naz/ang)












