Pemerintahan

Alokasikan Dana Desa, Ini Cara Jitu Pemdes Jombok Ngoro Jombang Tekan Angka Stunting, Hasilnya Turun Jadi Segini

×

Alokasikan Dana Desa, Ini Cara Jitu Pemdes Jombok Ngoro Jombang Tekan Angka Stunting, Hasilnya Turun Jadi Segini

Sebarkan artikel ini
RUTIN: Kepala Desa Jombok Nugroho Adi Wiyono memantau penimbangan berat badan balita stunting.

Desakita.co – Pemerintah Desa Jombok, Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang tengah fokus menekan kasus balita stunting di wilayahnya.

Tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah daerah, pemerintah desa berupaya mengurangi jumlah angka stunting dengan memberi bantuan yang dianggarkan melalui dana desa (DD) selama tiga bulan berturut-turut.

Kepala Desa Jombok Nugroho Adi Wiyono mengatakan, untuk saat ini di Desa Jombok angka kasus stunting mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Tak Mau Ketinggalan, Rumput di Alun-alun Jombang Dipotong Motif Sarung Sambut Lebaran Idul Fitri

Baca Juga: Dirintis Sejak 1998, Home Industri Sandal dan Sepatu di Desa Tanggalrejo Jombang Tetap Eksis, Ini Upaya Pemdes Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

”Tahun lalu balita stunting mencapai 25 kasus sekarang turun menjadi 13 kasus,” ujarnya kepada Jawa pos Radar Jombang.

Dirinya mengungkapkan, untuk menekan angka stunting, pemerintah desa mempunyai program penanganan stunting yang dianggarkan melalui anggaran DD.

”Jadi pelaksanaanya memberi makan, vitamin, dan susu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemdes Dukuhklopo Jombang Sukses Realisasikan Pembangunan Drainase untuk Atasi Banjir

Dijelaskan Adi, untuk pemberian makan ini dilakukan 90 hari atau tiga bulan.

Baca Juga: Sinergi dengan Karang Taruna, Pemdes Curahmalang Jombang Gelar Turnamen Sepakbola Upaya Gali Potensi Desa

Sedangkan untuk pemberian susu dan vitamin diberikan selama satu bulan sekali selama tiga bulan.

”Untuk susu kami berikan yang 900 gram setiap bulannya. Vitamin berupa zink. Kami juga memberi susu kedelai,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gelar Bazar Rakyat di Desa Tanggungan Gudo Jombang, Upaya Pemdes Dongkrak Perekonomian Masyarakat

Tidak hanya itu, selama tiga bulan balita kasus stunting dilakukan penimbangan berat badan dua kali dalam satu bulan.

”Yang pertama waktu posyandu itu, kemudian kedua akhir bulan khusus untuk balita stunting,” terangnya.

Upaya ini akan terus dilakukan Pemerintah Desa Jombok sampai nantinya kasus stunting di wilayahnya nol kasus. ”Ya harapan kami ke depan bisa zero kasus angka stunting di Jombok,” pungkasnya.(yan/naz/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *