Desakita.co – Pemerintah Desa Jombok, Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang tengah fokus menekan kasus balita stunting di wilayahnya.
Tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah daerah, pemerintah desa berupaya mengurangi jumlah angka stunting dengan memberi bantuan yang dianggarkan melalui dana desa (DD) selama tiga bulan berturut-turut.
Kepala Desa Jombok Nugroho Adi Wiyono mengatakan, untuk saat ini di Desa Jombok angka kasus stunting mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
”Tahun lalu balita stunting mencapai 25 kasus sekarang turun menjadi 13 kasus,” ujarnya kepada Jawa pos Radar Jombang.
Dirinya mengungkapkan, untuk menekan angka stunting, pemerintah desa mempunyai program penanganan stunting yang dianggarkan melalui anggaran DD.
”Jadi pelaksanaanya memberi makan, vitamin, dan susu,” ungkapnya.
Dijelaskan Adi, untuk pemberian makan ini dilakukan 90 hari atau tiga bulan.
Sedangkan untuk pemberian susu dan vitamin diberikan selama satu bulan sekali selama tiga bulan.
”Untuk susu kami berikan yang 900 gram setiap bulannya. Vitamin berupa zink. Kami juga memberi susu kedelai,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, selama tiga bulan balita kasus stunting dilakukan penimbangan berat badan dua kali dalam satu bulan.
”Yang pertama waktu posyandu itu, kemudian kedua akhir bulan khusus untuk balita stunting,” terangnya.
Upaya ini akan terus dilakukan Pemerintah Desa Jombok sampai nantinya kasus stunting di wilayahnya nol kasus. ”Ya harapan kami ke depan bisa zero kasus angka stunting di Jombok,” pungkasnya.(yan/naz/ang)












