Desakita.co – Pemerintah Kabupaten Jombang berhasil meraih Juara II dalam ajang East Java Investment Challenge Tahun 2023 yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Direktur Pengembangan Potensi Daerah Kementerian Investasi/BPKM Suhartono dalam kegiatan East Java Investment Forum (EJIF) Tahun 2024 di Ballroom Hotel Westin Surabaya, Kamis (24/10).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jombang Wor Windari mengatakan, salah satu tugas dari DPMTPSP, yakni mempromosikan potensi-potensi yang dimiliki daerah.
”Setiap tahun DPMTPSP mencari potensi yang bisa dipromosikan,” ujarnya Wor Windari, Kamis (24/10) kemarin.
Baca Juga: Dihadiri 54 Stand, Gelar Potensi Investasi Jombang Fest 2024 Sukses
Dikatakannya, pada tahun 2023, pihaknya menemukan potensi yang ada di Desa Jenisgelaran, Kecamatan Bareng, yakni pengembangan peternakan sapi potong.
Selain sumber daya alam yang memadahi, kebanyakan masyarakat di sana juga merupakan peternak sapi.
”Akhirnya kami menyusun IPRO (Investment Project Ready to Offer). IPRO ini merupakan kajian untuk menjaring investor,” bebernya.
Pada saat itu juga Pemprov Jawa Timur bekerja sama dengan Bank Indonesia dalam mengadakan EJIF 2023 lalu. ”Itu dikuti seluruh kabupaten dan kota se Jawa Timur,” katanya.
Setelah IPRO Jombang masuk ke dalam 10 besar, Bank Indonesia bersama DPMTPSP Jawa Timur turun ke lokasi mengecek potensi peternakan sapi potong di Desa Jenisgelaran.
”Dari tinjauan lapangan akhirnya disaring kembali dan Jombang meraih juara II itu,” terangnya.
Tidak hanya itu, DPMTPSP Jawa Timur juga mengirim IPRO Jombang ke Kementerian Investasi/BKPM.
Ternyata Jombang masuk 10 besar dari seluruh kabupaten/kota se Indonesia.
Baca Juga: DPMPTSP Jombang Gelar Sosialisasi OSS-RBA dan LPKM untuk Badan Usaha Koperasi
”Jombang juga mendapat penghargaan dari Kementerian Investasi/BKPM sebagai peluang investasi daerah terpilih dalam kegiatan penyusunan memo info peluang investasi daerah berbasis spasial,” bebernya.
Karena itu, Bank Indonesia maupun Kementerian Investasi/BKPM akan memfasilitasi dan turut serta mempromosikan potensi pengembangan industri peternakan sapi potong kepada investor. Dengan harapan investor bisa masuk ke Jombang.
”Dengan begitu bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian. Mudah-mudahan ke depan juga ada potensi lain yang bisa dipromosikan untuk menjaring investor,” pungkasnya. (yan/naz)











