Pemerintahan

Perbaiki Duiker Rusak, Desa di Jombang Libatkan Warga Sebagai Pekerja untuk Dukung Perekonomian

×

Perbaiki Duiker Rusak, Desa di Jombang Libatkan Warga Sebagai Pekerja untuk Dukung Perekonomian

Sebarkan artikel ini
KOKOH: Kepala Desa Watugaluh Feryanto didampingi Kepala Dusun Gendong Muhammad Mishbah saat menunjukkan lokasi pembangunan duiker.

Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Watugaluh, Kecamatan Diwek sigap dalam mengatasi permasalahan di desa.

Salah satunya memperbaiki duiker jebol Dusun Gendong. Saat ini, akses mobilitas warga kembali lancar.

Kepala Desa Watugaluh Feryanto mengatakan, pembangunan duiker dilakukan karena jalur tersebut merupakan jalan utama mobilitas warga.

Baik menuju sarana pendidikan dan pondok pesantren sekaligus akses alternatif menuju desa tetangga. ”Duiker tersebut merupakan penunjang utama aksesibiltas warga serta para siswa dan santri, ” ujarnya.

Baca Juga:  PJU di Desa Betek dan Mancilan Mojoagung Jombang Padam, Bikin Pengendara Was-was Melintas

Ia menambahkan, sebelumnya warga sempat swadaya memperbaiki duiker.

Baca JUga: Dongkrak Perekonomian, Pemdes Morosunggingan Jombang Bangun Pasar Rakyat

Sambil lalu, pemdes mengalokasikan anggaran untuk perbaikan duiker setelah disepakati dalam forum musdes. ”Akhirnya kita anggarakan dari dana desa 2024,” terangnya.

Baca Juga:  Sisi Lain Lebaran di Kampung 3 Agama Desa Ngepeh Jombang: Umat Hindu Berpegang Teguh Ajaran Agama

Seluruh proses pelaksanaan pembangunan duiker dengan nilai anggaran sebesar Rp 16.764.000, tersebut dilakukan secara swakelola oleh warga setempat melalui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Watugaluh.

”Proses pembangunan infrastruktur desa dengan mengakomodir warga setempat sebagai tenaga kerja merupakan bentuk tanggung jawab pemdes dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” tambahnya.

Baca Juga:  Jalan Penghubung Antardesa di Jombang Penuh Lubang, Dinas PUPR Sebut Masuk Perbaikan Tahun Ini

Duiker dengan volume 8 meter x 1,1 meter x 1,5 meter tersebut juga sekaligus untuk memperlancar aliran air di kawasan permukiman.

”Terlebih saat musim hujan, jadi jangan sampai ada genangan,” singkatnya. (dwi/naz)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *