PemerintahanPendidikan

Ciptakan Pola Asuh Positif, Desa Modongan, Kecamatan Sooko Luluskan 26 Ibu-ibu SOTH

×

Ciptakan Pola Asuh Positif, Desa Modongan, Kecamatan Sooko Luluskan 26 Ibu-ibu SOTH

Sebarkan artikel ini
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: Ibu-ibu peserta sekolah orang tua hebat dari BKB Sehat Ceria Desa Modongan, Kecamatan Sooko diwisuda, Rabu (23/7).

Desakita.co – Pemerintah desa (Pemdes) Modongan, Kecamatan Sooko turut mendukung program pemerintah dalam mencetak generasi emas.

Salah satunya dengan menggelar Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) yang diikuti 30 orang tua.

Berjalan sejak April lalu, 26 orang tua sukses mengikuti materi dan dinyatakan lulus SOTH.

RABU (23/7) lalu, puluhan orang tua hebat yang tergabung di kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Sehat Ceria ini turut diwisuda layaknya siswa mahasiswa yang lulus kuliah.

Baca Juga:  Profil M Syahir Kepala SMA Darul Ulum 3 Jombang yang Ingin Wujudkan Sekolah Olahraga dan Santri Cendekia

Wisuda ini akan menjadi langkah awal mereka dalam membentuk keluarga sehat dan harmonis.

’’Agar SOTH ini berdampak positif bagi masyarakat, maka wisudawati harus mengimplemantasikan ilmu yang didapat kepada masyarakat luas, minimal di dalam lingkungan keluarganya sendiri,’’ ujar Camat Sooko Masluchman kemarin.

Selama SOTH, puluhan ibu-ibu muda ini diajari tentang pola asuh anak yang positif. Mereka juga dibekali ilmu tentang perkembangan psikologis anak.

Termasuk bagaimana mendukung dan menyiapkan anak dalam menggapai cita-citanya di masa depan.

Baca Juga:  Cara SMPN 1 Jogoroto Lahirkan Generasi Beakhlakul karimah: Adakan Jumat Berkah Hingga Pengajian Keputrian

’’Materi yang disampaikan bisa menjadi motivasi dan semangat orang tua untuk belajar dan mengembangkan potensi dalam membina keharmonisan di rumah. Sehingga bisa menjadi contoh bagi anak-anak mereka atas pola asuh positif yang sudah diterapkan,’’ tandasnya.

SOTH berlangsung selama tiga bulan. Selama SOTH, peserta diwajibkan mengikuti minimal 13 kali pertemuan.

Jika mampu mengikuti seluruh materi, peserta akan mendapat sertifikat dan diwisuda sebagai tanda lulus dan siap mengamalkan ilmunya.

Baca Juga:  Monitoring Kesiapan Pilkada 2024, Upaya Pemkab Jombang Minimalisir Resiko Kerawanan

Meski baru pertama kali digelar, SOTH mendapat respons positif dari masyarakat.

Terlihat ibu-ibu muda antusias mengikuti seluruh materi yang diberikan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto.

’’Yang ikut sebanyak 30 ibu muda yang memiliki anak usia 0-6 tahun. Yang lulus ada 26 orang, sedangkan yang tidak lulus ada 4 orang karena tidak mengikuti batas minimal 10 materi di dalam kelas,’’ pungkasnya. (far/fen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *