Pendidikan

Prestasi Nasional! MAN 1 Jombang Sabet Medali OPSI 2025 dengan Terapi Musik dan Riset Kopi

×

Prestasi Nasional! MAN 1 Jombang Sabet Medali OPSI 2025 dengan Terapi Musik dan Riset Kopi

Sebarkan artikel ini
2. SUKSES: Saadatul Athiyah (tengah) bersama tim OPSI bidang IPA dan tim OPSI bidang IPS. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

DesaKita.co – Komitmen untuk mewujudkan jargon madrasah, one man one achievement membangkitkan gairah siswa untuk meningkatkan kompetensi diri.

Jelang akhir tahun, MAN 1 Jombang kembali menunjukkan performanya.

Kali ini memborong medali pada berbagai ajang lomba karya tulis ilmiah (KTI). Kemampuan siswa dalam melakukan penelitian teruji sejak dini.

”OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia) membuktikan inovasi dapat lahir dari ruang kelas, dari rasa ingin tahu, dari keberanian untuk mencoba. OPSI 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung yang membuktikan siswa madrasah mampu berbicara dalam bahasa sains dan sosial dengan penuh wibawa dan kejernihan,” ungkap Dr Hj Saadatul Athiyah, MPd, Kepala MAN 1 Jombang.

Baca Juga:  MasyaAllah! Pesantren An-Najach Jombang Targetkan Santri Hafal 30 Juz, Ini Metodenya

OPSI diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen pada 10–16 November 2025 di Surabaya. Nama MAN 1 Jombang kembali dipanggil, lebih dari sekali.

Dua medali dibawa pulang, dua cerita ditorehkan, dua bukti riset bukan sekadar tugas, tetapi perjalanan yang mengasah keberanian berpikir.

Tim MAN 1 Jombang terdiri Safira Nur Azizah (XII-H) dan Ratna Maulidyah Artanti (XII-I) berhasil meraih medali perak melalui karya berjudul ”AMBYAR (Aplikasi Mental Regeneration): Pengembangan Media Terapeutik Berbasis Musik untuk Mendukung Pemulihan Psikologis Remaja Pascaputus Cinta”.

Baca Juga:  Ini Kunci Sukses SMAN Jogoroto Jadi Juara Lomba SBC Enterpreneur Competition 2024

Aplikasi ini menawarkan terapi berbasis musik yang dirancang untuk membantu remaja mengatasi tekanan emosional setelah putus cinta.

Karya ini menunjukkan kepekaan siswa terhadap persoalan psikologis remaja sekaligus kemampuan mengintegrasikan teknologi dan terapi musik.

Dalam melakukan penelitiannya, Safira dan Ratna didampingi Iwan Rizwan, SPdI, guru MAN 1 Jombang dan menjadi salah satu inovasi unik yang mendapatkan apresiasi tinggi dari dewan juri.

Di ajang yang sama, Aida Khodijah dan Rahma Nur’aini (keduanya kelas XII-I) meraih Medali Perunggu melalui riset ”Analisis Efektivitas Nanoedible Film Coating Kitosan Cangkang Keong Sawah Kombinasi Ekstrak Daun Sangket Sebagai Antifungi Kopi Excelsa Wonosalam”.

Baca Juga:  Intip Profil Kepala SMKN Kudu Erna Kusrini: Sosok Kepala Sekolah Inovatif, Wujudkan SMK Ekonomi Kreatif

Riset ini memanfaatkan limbah cangkang keong sawah yang diolah menjadi kitosan, lalu dikombinasikan dengan daun sangket untuk melindungi kopi Excelsa Wonosalam dari ancaman jamur.

”Inovasi ini membuktikan bahwa bahan sederhana pun bisa menjadi solusi bagi persoalan lokal jika dikelola dengan riset yang tepat,” kata Ning Atik, sapaan akrabnya.

Perunggu yang diraih di ajang OPSI tak lepas dari binaan guru yang berkompeten di bidangnya, yaitu Nurani Fitriana, Ssi. (wen/fid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *