Pendidikan

Pondok Lansia di Desa Cukir Jombang Ada Sejak 1980, Santrinya Ada yang Berusia 91 Tahun

×

Pondok Lansia di Desa Cukir Jombang Ada Sejak 1980, Santrinya Ada yang Berusia 91 Tahun

Sebarkan artikel ini
KUSYU: Ratusan jemaah lansia thoriqoh mengikuti kegiatan pengajian di Masjid Jami Roudlotul Arifin di Desa Cukir, Kecamatan Diwek Jombang, Senin (25/3).

Desakita.co – Pondok Ramadan lansia jemaah thoriqoh di Masjid Jami Roudlotul Arifin Desa Cukir, Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang tetap eksis.

Hingga kini, peminat pondok lansia ini tetap banyak mencapai ratusan orang per tahunnya.

Bahkan ada santri yang berusia 91 tahun mengikuti kegiatan pondok thoriqoh itu.

Pantauan di lokasi, tampak ratusan lansia dengan usia rata-rata di atas 50 tahun itu tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah. Ada yang sambil mendengarkan ceramah, wiridan hingga salat sunah.

Ketua Pelaksana Ponpes Lansia jemaah thoriqoh Ustadi Effendi menyanpaikan, pondok lansia di Desa Cukir dimulai sejak 1980. ”Sampai saat ini tetap berjalan. Tahun ini ada 187 jemaah yang mengikuti di antaranya 6 laki laki dan 181 dari kalangan ibu-ibu,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dijelaskan, yang mengikuti pondok tersebut memang rata-rata lansia yang didominasi ibu-ibu. “Ya, usia di atas 50 tahun, bahkan ada yang usia 91 tahun,” jelas dia.

Baca Juga:  Pemkab Jombang Usulkan 472 Formasi PPPK 2024 ke Pemerintah Pusat, Sementara Tenaga Ini Jadi Prioritas

Jemaah tak hanya dari sekitar Jombang, Effendi menyebut, ada sebagian dari Malang, Yogyakarta, bahkan luar Jawa seperti Kalimantan dan NTT.

Baca Juga:  Masuki Tahun Pelajaran Baru, SD Negeri di Terpencil di Jombang Ini Baru Mendapatkan 1 Siswa, Ini Penyebabnya

”Tahun ini juga ada satu dari Belanda. Kebetulan dia sambang saudaranya di Jombang kemudian ikut pondok lansia ini,’’ jelas dia.

Dalam mengikuti kegiatan, para jemaah menetap dan tinggal selama 20-21 hari di masjid. Sebagian besar sudah membawa bekal dari rumah.

Namun, ada juga yang pesan makanan untuk sahur dan buka puasa dari para pedagang yang berjualan di area luar masjid.

”Kebetulan kalau menjelang buka puasa, ada juga yang bagi-bagi takjil dari masyarakat setempat,’’ papar dia.

Baca Juga:  Diberikan Bantuan Lumbung, 2 Desa di Jombang Ini Jadi Uji Coba Program Demapan Pasti Bisa, Ini Tujuannya

Selama berada di pondok, mereka mengikuti beberapa kegiatan untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Misalnya, kegiatan diniyah, ubudiyah, salat Duha, salat sunah, pengajian Fiqih, salat tarawih hingga khatmil Qur’an.

”Tujuan dan manfaat mengikuti kegiatan ini adalah untuk memantangkan tasawuf guna mengharap rida Allah SWT. Selain itu, juga untuk mematangkan jiwa agar bisa meraih husnul khatimah dan Lailatul Qadar di bulan suci Ramadan,’’ pungkasnya. (ang/naz/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *