Desakita.co – Wakil Kaprodi Pasca Sarjana Magister Kesehatan Unipdu, Dr H Nasruddin M Kes, memberikan penjelasan tentang manfaat menjalankan puasa di bulan Ramadan untuk kesehatan.
’’Puasa Ramadan manfaatnya baik untuk fisik dan psikis. Misalnya untuk perbaikan mental, emosi hingga perbaikan ke spiritual sosial,’’ katanya saat menjadi narasumber Kajian Ramadan Unipdu, di Islamic Center Unipdu, Kamis (13/3).
Nasruddin menyampaikan, puasa adalah menahan diri makan, minum, hawa nafsu dan segala perbuatan yang dilarang Allah SWT.
’’Umat Islam diwajibkan menjalankan puasa selama bulan Ramadan dengan niat untuk Allah SWT,’’ terangnya.
Belakangan ini puasa juga banyak dilakukan kaum non Islam yang biasa disebut puasa intermittent.
Baca Juga: Kajian Ramadan Unipdu Jombang, Hadirkan Narasumber dari Perancis
Ini puasa menahan dari makan dan minum dengan waktu yang terjadwal.
’’Puasa intermittent adalah pola hidup baru menuju sehat. Puasa jni dijalankan oleh semua orang, tidak hanya agama Islam,’’ jelasnya.
Puasa intermittent adalah jenis gaya hidup yang sedang tren baru-baru ini.
Puasa intermittent dijalankan dengan beberapa metode. Misalnya 16:8 atau 16 jam puasa 8 jam boleh makan.
’’Tentu ini berbeda dengan puasa Ramadan, dimana kita diwajibkan puasa selama bulan Ramadan dimulai dari Subuh hingga Magrib,’’ jelasnya.
Dari segi tujuan, puasa intermittent mempunyai tujuan utama untuk fisik, baik kesehatan atau manfaat lain.
Puasa intermittent biasanya juga dijalani untuk penderita diabetes melitus hingga penderita ganguan penyakit lainnya. Tujuannya untuk mengontrol kadar gula agar stabil. (ang/jif)












