DesaKita.co – Sekitar 360 hektare lahan sawah di Kecamatan Gudo mengalami kekurangan air irigasi. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang bergerak dengan mengajukan tambahan pasokan air sekaligus mengatur giliran distribusi di wilayah hulu Saluran Induk Konto Surabaya.
Kepala Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi mengatakan, ketersediaan dan distribusi air membutuhkan pengelolaan serta koordinasi lintas instansi. Langkah tersebut dilakukan agar air yang tersedia dapat disalurkan secara optimal hingga ke lahan pertanian.
”Lahan yang terdampak tersebar di Desa Gudo, Sukopinggir, dan Desa Begasurkedalem,” katanya.
Ketiga wilayah tersebut masuk dalam layanan Daerah Irigasi (DI) Siman, dengan suplai air melalui jaringan irigasi yang terhubung dengan Saluran Induk Konto Surabaya. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, PUPR berkoordinasi dengan Dinas Pertanian (Disperta) Jombang dan Unit Pengelola Irigasi (UPI) DI Siman BBWS Brantas.
“Koordinasi ini kami untuk memantau kondisi jaringan irigasi, kebutuhan air tanaman, serta distribusi air di wilayah layanan,” imbuhnya.
Selain mengajukan tambahan pasokan, pengaturan giliran air dilakukan di wilayah hulu Saluran Induk Konto Surabaya. Langkah tersebut diharapkan membuat distribusi air lebih efektif dan tepat sasaran sehingga pasokan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
”Pengelolaan air irigasi menjadi bagian penting dalam mendukung budidaya tanaman padi,” ujarnya.
Ketersediaan air, terutama pada fase pertumbuhan yang membutuhkan pasokan cukup, menjadi salah satu faktor untuk menjaga produktivitas lahan pertanian.
Sinergi antara Dinas PUPR, Disperta Jombang dan UPI DI Siman BBWS Brantas terus diperlukan agar pengelolaan air berjalan terpadu.
”Mulai dari ketersediaan, pengaturan distribusi, hingga pemanfaatannya, yakni petani,” katanya. (fid/naz)












