PemerintahanPendidikan

Ruang Kelas SLB Negeri Balongsari Jombang yang Terbakar 2023 Segera Direhab, Ditangani Langsung Dinas Pendidikan Jatim

×

Ruang Kelas SLB Negeri Balongsari Jombang yang Terbakar 2023 Segera Direhab, Ditangani Langsung Dinas Pendidikan Jatim

Sebarkan artikel ini
AMBRUK: Kondisi SLBN Balongsari ambruk usai kebakaran Oktober 2023. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

DesaKita.co – Rehab gedung SLBN Balongsari, Jombang pasca kebakaran Oktober 2023 bakal dilaksanakan Agustus melalui dana alokasi khusus (DAK). Teknis pelaksanaan rehab langsung ditangani bagian sarana prasarana Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.

’’Kamis (15/2) kemarin saya sudah ke Surabaya mencari informasi tentang itu,’’ kata Kepala SLBN Balongsari, Shepty Ertuwinata Kartika Sari.

Ia ingin memastikan tentang rehab untuk SLBN Balongsari. Sebab sampai Februari, informasi rehab belum ia terima secara resmi. ’’Bagian sarana prasarana memastikan kami dapat. Kami tinggal menunggu saja, yang penting sudah dapat kepastian,’’ jelasnya.

Baca Juga:  Desa Bawangan, Ploso Jadi Pusat Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, Ini Pesan Ketua Tim Pembina Posyandu

Shepty belum tahu berapa anggaran yang dialokasikan untuk memperbaiki lokal yang kebakaran tersebut. ’’Rilisnya nanti Maret, keterangannya gitu. Itu alokasi khusus bencana,’’ bebernya.

Kebakaran SLBN Balongsari terjadi pada Minggu (15/10). Kebakaran merusak satu ruang kelas hingga ambruk. Sebagian kelas lainnya tersambar bagian plafon. Namun bagian dalam masih bisa digunakan, sehingga yang dikosongkan hanya satu ruangan saja.

Sementara siswa belajar dengan bergabung dengan kelas yang lain. Hampir seluruh ruangan dipakai untuk dua kelas berbeda. Dipisah dengan sekat kayu atau bahkan tak bersekat. Siswa hanya duduk melingkar di depan meja guru.

Baca Juga:  Realisasikan Proyek Strategis Daerah, Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Dinas PUPR Jombang Bangun Kantor Kecamatan Diwek Tahun Ini

’’Pembelajaran anak SLB kan berbeda. Mayoritas bangkunya melingkar di hadapan guru, dan jumlahnya kan tidak banyak. Maksimal satu kelas hanya lima siswa saja, jadi untuk sementara masih bisa diatasi,’’ urainya.

Hanya saja, ketika menggabung banyak rombel dalam satu ruangan, yang tidak kondusif adalah suara guru yang saling beradu.
’’Suaranya gurunya saja yang saling bersautan dalam satu kelas. Di sini rata-rata satu ruangan dipakai untuk dua rombel,’’ jelasnya.

Baca Juga:  Gandeng Mahasiswa KKN, Pemdes Kalikejambon Jombang Punya Cara Jitu Dorong UMKM Naik Kelas

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Sri Hartati, belum mendapatkan informasi mengenai sekolah mana saja yang mendapatkan bantuan rehab tahun ini, termasuk SLBN Balongsari.

Namun ia memastikan, setelah kebakaran langsung diberikan surat rekomendasi untuk mendapatkan bantuan rehab secepatnya. ’’Kami belum tahu nanti dialokasikan melalui DAK atau APBD provinsi. Belum ada info lebih lanjut yang kami terima,’’ ungkapnya. (wen/jif/fid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *