Desakita.co – Langkah konkret pemberdayaan ekonomi desa ditunjukkan Pemerintah Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang Kabuoaten Jombang.
Tak sekadar wacana, Pemdes setempat berkolaborasi dengan kalangan akademisi menggelar workshop strategi promosi UMKM di era digitalisasi.
Kegiatan yang berlangsung di pendopo kantor Desa Kalikejambon, Senin (9/2) pagi itu, menghadirkan para pelaku UMKM setempat. Suasana tampak hidup. Peserta tak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik promosi digital menggunakan telepon genggam masing-masing.
Kepala Desa Kalikejambon Akhmad Iswahyudi menegaskan bahwa materi dirancang aplikatif agar mudah dipahami dan diterapkan masyarakat desa.
”Pemdes menggandeng para mahasiswa dari ITEBIS PGRI Dewantara Jombang yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa kami, workshop turut melibatkan content creator dan digital marketer berpengalaman Rosa Oktafia Ragili atau lebih dikenal dengan Rosa Kulineran,” terangnya.
Baca Juga: Desa Kalikejambon Tembelang Jombang Tingkatkan Infrastruktur Jalan Lingkungan, Ini Tujuannya
Sinergi kampus dan desa ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu mempercepat penguatan ekonomi warga.
Materi yang diberikan fokus pada strategi sederhana namun berdampak, misalnya bagaimana meningkatkan penjualan hanya bermodal handphone. ”Peserta diajari teknik pengambilan foto produk yang menarik, membuat video pendek interaktif, hingga mengoptimalkan toko online di berbagai aplikasi dan media sosial,” bebernya.
Antusiasme peserta menjadi energi tersendiri. ”Antusiasme ini menunjukkan semangat mereka untuk menjadi lebih produktif serta tepat sasaran dalam memasarkan produk,” ujar Iswahyudi.
Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM desa didorong lebih percaya diri memanfaatkan teknologi digital dan mampu memproduksi konten promosi secara mandiri.
Harapannya, daya saing produk lokal meningkat dan berimplikasi langsung pada kenaikan omzet usaha. ”Kami berharap warga kami dapat memaksimalkan potensi lokal dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal, guna mewujudkan kemandirian dan meningkatkan perekonomian mereka,” pungkas Iswahyudi. (dwi/naz)












