PemerintahanPendidikan

Manfaatkan TKD Jadi Tempat Wisata, Ini Upaya Desa Tanjungwadung Jombang Tingkatkan Pendapatan Desa

×

Manfaatkan TKD Jadi Tempat Wisata, Ini Upaya Desa Tanjungwadung Jombang Tingkatkan Pendapatan Desa

Sebarkan artikel ini
Pembangunan wisata di Desa Tanjungwadung terus dikebut dan akan diresmikan secepatnya. (Azmy Endiyana)

Desakita.co – Pemerintah Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang fokus mengembangkan wisata desa.

Dengan memanfaatkan tanah kas desa (TKD) Tanjungwadung, dibangun wana wisata air. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan desa.

Kepala Desa Tanjungwadung Supono mengatakan, TKD di wilayahnya punya potensi pengembangan wisata sehingga ada inisiatif dibangun kolam renang.

Baca Juga:  Harga Jual Bersaing, Warga Desa Wonosalam Jombang Tertarik Budi Daya Cacing Tanah, Ini Jenisnya

“Lahan TKD Tanjungwadung yang digunakan sekitar 7.000 meter persegi,” ujarnya kemarin.

Pembangunan bermula 2018 lalu dan berlangsung sampai sekarang.

Awal kali pembangunan dimulai dari pagar yang mengelilingi wisata air tersebut.

“Saat ini membangun kolam renang dengan kedalaman 80 Cm,” kata dia.

Dalam pembangunannya menggunakan anggaran Dana Desa (DD), yang dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Dianggarkan dari APBD Jombang 2023 Rp 1,3 Miliar, Buku Mulok SD Fokus untuk Hafalan

“Pembukaan rencananya secepatnya,” ungkapnya.

Sesuai rencana, wisata air tersebut nanti akan dikelola BUMDes Tanjungwadung Bermatabat (Tawatabat).

“Tapi masih belum dimusyawarahkan terkait harga tiket dan lain-lainnya,” beber dia.

Hanya, wisata air tersebut akan diberi nama Gundo Wijoyo yang merupakan kepala desa pertama di Desa Tanjungwadung.

Baca Juga:  Gelar Sedekah Bumi Setiap Tahun, Upaya Desa Pandanwangi Jombang Wujud Lestarikan Budaya dan Kearifan Lokal

“Jadi untuk menghormati kepala desa pertama. Nama wisatanya dinamakan nama beliau,” beber Supono.

Dengan pembangunan wisata air ini diharapkan pendapatan desa bisa meningkat dan bisa lebih mandiri.

“Hal ini juga bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar dengan adanya wana wisata baru,” pungkasnya. (yan/bin/ang)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *