Desakita.co – Petani di Desa/Kecamatan Plandaan, Jombang turut merasakan imbas pintu Dam Karet Jatimlerek yang jebol.
Selain terlanjur melakukan persemaian dengan tebar benih, petani terancam batal tanam padi lantaran kebutuhan air yang tak terpenuhi.
Salah satunya diungkapkan Dwijan Santoso petani di Dusun/Desa/Kecamatan Plandaan.
Sebagian petani di tempatnya saat ini sudah mengolah sawah.
Di antaranya mempersiapkan bibit untuk keperluan musim tanam kedua. ”Sekarang belum sampai ditanam, usianya baru satu minggu setelah tebar benih,” katanya kemarin.
Pintu dam yang jebol secara langsung membuat dia dan petani lainnya kalang kabut.
Khawatir tidak bisa menanam padi. Menyusu pengairan sawah di tempatnya turut terdampak. petani kelabakan.
Sebab, saat ini sedang membutuhkan air untuk mengairi sawah persiapan awal tanam. ”Dari dulu pasokan airnya dari Kali Brantas,” imbuh dia.
Sebagian petani sempat mendapat undangan dari kelompok tani untuk membahas imbas pintu dam yang jebol.
”Kemarin dirapatkan di balai desa, diminta tidak tanam padi lagi. Bisa garbis atau yang lain. Ada yang tetap nekat karena punya sumur bor. Apalagi sampai sekarang perbaikannya belum jelas,” kata Dwijan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Rony, saat dikonfirmasi menjelaskan bila sekarang memang sudah masuk awal tanam padi.
Baca Juga: Pintu Dam Karet di Desa Jatimlerek Plandaan Jombang Rusak, Ini Dampaknya
Berkaitan dengan pintu dam yang jebol pihaknya bakal melakukan pendataan lahan terdampak.
Sejauh ini pihaknya belum memiliki solusi atas imbas pintu dam yang jebol.
Pertemuan akan dilakukan di Kecamatan Plandaan.
”Karena imbasnya ini tidak satu bulan, bisa sampai tiga bulan. Belum lagi ketika nanti ada perbaikan. Sehingga butuh solusi lintas sektor, baik dinas pertanian, DPMD dan Dinas PUPR,” pungkasnya. (fid/bin/ang)












