Pendidikan

Keren! Arseryn Putri Pradita Rachmawati Terpilih Jadi Puteri Muslimah Favorit Jawa Timur

×

Keren! Arseryn Putri Pradita Rachmawati Terpilih Jadi Puteri Muslimah Favorit Jawa Timur

Sebarkan artikel ini

Desakita.co – Arseryn Putri Pradita Rachmawati, siswa MAN 7 Jombang, meraih prestasi membanggakan.

Siswi yang akrab disapa Seryn ini menjadi puteri muslimah favorit Jawa Timur. Dia bakal mengikuti puteri muslimah nasional di Samarinda November nanti. Seryn merupakan gadis yang suka belajar hal baru. Ia ingin masa mudanya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan positif.

’’Saya suka membangun relasi, berteman dengan  orang-orang baru, agar menambah ilmu dan pengetahuan dari banyak sudut pandang soal apapun,’’ kata putri pasangan Fatoni Rachmad dan Wiwit Ernawati tersebut.

Lahir di Jombang 6 November 2006, Seryn mulai pendidikannya di SDN Manunggal Kecamatan Ngusikan. Kemudian melanjutkan MTsN 3 Jombang. Kini kelas 12 IPS 2 MAN 7 Jombang.

Seryn baru pertama kali mengikuti kontes puteri muslimah. Dari 40 peserta, ia terpilih masuk 14 besar dan lolos semifinal puteri muslimah nusantara Jatim.

Seryn melalui banyak tahapan. Mulai tes wawancara, deep interview, catwalk, speech (berbicara di depan orang banyak) gladi resik dan bersih untuk malam grandfinal ,beauty class, tes bakat hingga koreo.

’’Alhamdulillah saya dapat vote terbaik, jadi tidak ikut tes tulis langsung wawancara,’’ ungkap bungsu dua bersaudara tersebut.

Baca Juga: Sosok Masrukhin Kepala MAN 7 Jombang: Aktivis yang Takzim pada Guru

Pemilihan finalis puteri muslimah dilaksanakan di Mall BG Junction Surabaya 17 Agustus lalu. Seryn dinyatakan lolos dan mengikuti grand final. Dia menjalani karantina di Hotel Prime Biz Surabaya pada 5 Oktober. Kemudian 6 Oktober mengikuti grand final. Hingga dinyatakan sebagai juara favorit Puteri muslimah Jawa Timur 2024.

Baca Juga:  PT CJI Ploso Berikan Pendidikan Lingkungan ke Siswa SD Negeri di Jombang, Ini Tujuannya

Perjuangannya untuk bisa juara tak mudah. Ia belajar banyak hal baru yang sebelumnya tak pernah ia pelajari. Salah satunya tentang public speaking. Selain mendapatkan materi dari para senior, ia juga belajar mandiri, melalui youtube.

Tidak hanya belajar soal materi, ia lebih banyak belajar public speaking langsung.

Latihan di depan cermin, belajar ngevlog di depan kamera, hingga latihan langsung di depan ibu. Itu dilakukan agar ia lancar berbicara dihadapkan orang banyak. ’’Kalau bicara belibet di depan juri bisa mengurangi poin,’’ ucapnya. Publik speaking sangat penting, guna menyampaikan pendapat kepada orang lain.

Ia juga belajar tentang catwalk. Gadis yang hobi menyanyi, dan sering tampil lomba menyanyi religi ini terbiasa tampil dengan sepatu hak tinggi maksimal 8 sentimeter. Di puteri muslimah ia belajar lagi menggunakan sepatu 13 sentimeter.

’’Minimal 12 sentimeter, saya ambil yang 13 sentimeter. Sama sekali tidak pernah sebelumnya pakai sepatu setinggi itu, jadi di rumah latihan sambil pegangan, sekarang sudah terbiasa, tapi capek,’’ katanya.

Di puteri muslimah, ia belajar banyak hal, tidak hanya mengasah intelektualnya, tapi juga tingkah lakunya dihadapan orang. Mulai dari sesimpel mengambil barang yang jatuh di lantai, hingga tata cara bersalaman dengan orang lain.

Baca Juga:  Punya Target Lahirkan 5.000 Penghafal Alquran, Dinas P dan K Jombang Adakan Munaqosah

’’Saya belajar banyak hal, dan banyak teman baru yang saya dapatkan di sana,’’ jelasnya.

Ia lolos ke puteri muslimah nasional. Pada 13-16 November nanti ia menjalani karantina tingkat nasional di Samarinda. Persiapan juga ia lakukan sejak sekarang. Di antaranya dengan terus mengasah kemampuan public speaking, memperlancar catwalk, dan mempersiapkan mental.

Meski belakangan ia sibuk mempersiapkan puteri muslimah, ia juga tak lupa untuk belajar. Ia mengerjakan tugas sepulang sekolah, belajar juga dilakukan rutin setiap hari setelah salat Isya.

’’Harus bagi waktu, antara belajar dan mempersiapkan puteri muslimah, agar semua berjalan seimbang,’’ ucapnya.

Baca Juga: Intip Profil Sunarsih Atlet Softball Nasional yang Kini Jadi Guru di SMPN Sumobito Jombang

Mandiri Sejak Dini

Seryn merupakan gadis yang mandiri sejak dini. Di usianya yang baru genap 17, ia telah memiliki penghasilan sendiri. Dari berjualan makanan yang dibuatnya sendiri.

’’Saya memang suka memasak, saya juga berjualan di rumah, tapi sekarang tidak dulu, karena mematangkan persiapan puteri muslimah,’’ kata warga Desa Manunggal Kecamatan Ngusikan tersebut.

Mulanya, Seryn hanya hobi masak. Ia suka masak apapun dan selalu dikata enak oleh orang terdekat. Ia merasa senang jika orang lain menyukai makanan  buatannya.

Baca Juga:  Embung Tadah Hujan di Desa Karangpakis Jombang Kini Tak Bisa Difungsikan, Ini Penyebabnya

Ia kemudian membuka kedainya di rumah. Dengan dibantu ibunya, ia membuat berbagai jenis makanan seperti ayam geprek, chicken katsu, nasi jagung, chicken karage, dan aneka minuman yang sedang digandrungi anak-anak muda saat ini.

’’Saya senang sekali, ketika ada orang yang sudah pernah beli kemudian  datang kembali untuk beli lagi, artinya masakan saya enak. Rasanya semua capek hilang, kalau warung rame,’’ ungkapnya.

Baca Juga: Profil Soeharto Ketua PMI Kabupaten Jombang: Perintis Berdirinya PMI Jombang, Aktif Sejak 1980

Tak jarang, ia ke madrasah membawa makanan pesanan teman-temannya. ’’Kadang open PO, kalau ada yang pesen saya bawa sekolah,’’ jelasnya.

Keinginannya untuk berjualan awalnya ditentang kedua orang tuanya. Seryn meyakinkan keduanya untuk tidak meninggalkan sekolah dan tetap belajar. Saat Seryn belajar, ia dibantu sang ibu untuk berjualan. Ia baru ikut terjun melayani pembeli ketika pulang sekolah.

’’Senang sekali bisa mandiri, mendapatkan penghasilan sendiri dan hobi saya bisa menghasilkan uang,’’ tambahnya.

Selain memasak, ia juga suka bermain voli. Sejak SD, Seryn sering ditunjuk untuk ikut lomba voli mewakili sekolah. ’’Hanya sekedar suka, tidak masuk klub, sering mewakili sekolah untuk ikut turnamen voli,’’ ucapnya. (wen/jif)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *