Desakita.co – Kondisi embung di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang dikeluhkan warga sekitar.
Pasalnya, sudah bertahun-tahun kondisi embung tadah hujan ini tak berfungsi optimal, padahal sangat diandalkan petani untuk mengairi sawah terutama saat musim kemarau seperti sekarang.
Pantauan di lokasi Jumat (17/5) siang, terlihat kondisi embung terlihat mengering dan banyak ditumbuhi eceng gondok dan rumput liar.
Di salah satu sudutnya, terlihat dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam.
Baca Juga: Punya Potensi Wisata Religi Makam Buyut Mbah Sona, Ini Langkah Pemdes Karangpakis, Jombang
Selain itu, terlihat banyak bagian talud mulai rusak.
”Memang sudah lama tidak berfungsi, sudah sekitar 5 tahunan ini kondisinya mangkrak begitu,” ungkap Karno, 60, petani di lokasi.
Embung Karangpakis sudah tak bisa lagi menampung dan menyalurkan air dengan optimal.
Karno menyebut, dulunya embung itu memang jadi andalan warga untuk pasokan air, terlebih ketika musim kemarau.
”Dulunya itu sebelah selatannya kan tinggi, jadi air mengalir dari selatan masuk ke situ, ditandon di sana, nanti disalurkan,” ungkapnya.
Ia tak mengetahui pasti penyebab sehingga embung tak bisa berfungsi optimal.
Kondisi ini, lanjut Karno, diperparah dengan adanya kegiatan penambangan galian C di sekitar embung juga berdampak.
Baca Juga: Proyek Jalan Cor di Desa Karangpakis, Kabuh Jombang Tak Kunjung Rampung, DPRD Jombang Sampai Kecewa
Semenjak galian C beroperasi tanah tinggi di pinggir embung itu berubah lanskapnya.
Akibat pengerukan, ketinggian tanah berubah ekstrem hingga kini jauh lebih rendah dari embung.
Praktis, pasokan air yang dulunya lancar pun tak bisa lagi didapatkan.
”Sekarang ada airnya ya menunggu hujan saja, kalau hujan sudah tidak ada ya tidak ada airnya, karena airnya tidak bisa lagi masuk,” tambahnya. Kini, embung itupun mangkrak.
Bahkan, di beberapa sudutnya mulai dipergunakan warga untuk bercocok tanam.
”Ya akhirnya dipakai tanam sama warga, apalagi kalau pas musim kering begini,” pungkasnya. (riz/naz/ang)












