Desakita.co – Keseharian Andik Gunawan warga Desa Candimulyo, Kecamatan/Kabupaten Jombang tidak jauh-jauh dari gitar.
Selain hobi memainkan jenis alat musik tersebut, ia juga mencoba peruntungan menjadi perajin gitar.
Kini, dalam sebulan gitar buatannya laku hingga puluhan unit.
Rumah Andik Gunawan lebih mirip disebut gudang. Sejumlah perkakas seperti kayu tampak memenuhi sudut ruangan.
Sebuah kayu yang sudah dipola menjadi gitar.
Baca Juga: Permintaan Bunga Mawar Selama Ramadan Meningkat, Pembudi daya Asal Desa Candimulyo Jombang Kebanjiran Permintaan
Dengan pensil di tangan kanan, ia membuat pola pada sebidang kayu yang akan dipermak menjadi sebuah gitar.
Kini, bisnis pembuatan gitar itu menjadi pendapatan utamanya. Karena itulah, Andik mengaku menekuni degan serius bisnis tersebut.
Semua gitar produksinya dikerjakan secara manual dengan alat bantu mesin pertukangan.
Sedangkan untuk bahan bakunya, dari kayu mahoni dan juga polywood.
Hal itu disesuaikan dengan permintaan masing-masing pemesan. Termasuk desain, sekaligus bahan lainnya. ”Saya juga menggunakan kayu impor agar kualitasnya bagus,” bebernya.
Baca Juga: Ini Terobosan Desa Candimulyo, Jombang Bangkitkan Perekonomian Warga
Untuk membuat satu gitar elektrik, ia membutuhkan waktu sekitar 1-2 pekan.
”Tergantung mood, juga tingkat kesulitannya. Tentunya dari bahan mentah sampai finishing,” bebernya.
Bagi Andik, membuat gitar tidak bisa cepat. Ia membutuhkan ketelatenan agar hasilnya bisa maksimal.
Selama menjadi perajin gitar, Andik mengaku selalu memperbarui referensi gitar.
Hal ini berguna untuk menyesuaikan dengan selera pasar.
Selain di Jawa Timur, pemesan gitar bikinannya dari Bandung, Jogja, Solo, dan Jakarta.
Bahkan, tembus pula ke luar pulau, seperti Bali dan Kalimantan. ”Terkadang juga tembus di luar negri seperti Malaysia dan negara lain,” katanya.
Rata-rata untuk satu gitar elektrik buatannya dibanderol minimal harga Rp 1,5 juta.
”Alhamdulillah sekarang menghasilkan, dapat membiayai keperluan keluarga di rumah,” pungkasnya
Awal kali membuat gitar ia lakukan 24 tahun silam atau 2010 lalu.
Rumah tempatnya berteduh, sekaligus menjadi tempat baginya menjalankan usaha pembuatan alat musik petik itu.
”Dulunya saya musisi, karena disuruh bekerja di rumah saja sama orang tua akhirnya jadi perajin gitar di rumah,” ucap pria yang kerap disapa Andik.
Keputusannya jadi perajin gitar kala itu awalnya hanya coba-coba.
Karena itu, Andik mengaku banyak belajar secara otodidak.
Meski hanya otodidak, namun basic-nya yang memiliki kemampuan bermusik, menurutnya sangat mendukung.
”Ya belajar sendiri untuk membuatnya. Saya juga pernah jadi sales gitar jadi sangat paham dengan gitar,” ungkapnya.
Kebanyakan gitar buatan Andik merupakan gitar elektrik.
Untuk membuat gitar dirinya berusaha yang terbaik agar suaranya bisa sesuai dengan yang diinginkan konsumen.
Tidak hanya membuat gitar saja. Di rumah Andik juga memberikan pelayanan servis gitar.
”Saya juga membuka servis gitar,” bebernya.
Untuk pemasarannya sendiri dirinya dibantu sales dan pembeli datang ke rumah langsung. ”Saya tidak tawarkan di online. Kebanyakan langsung datang ke rumah. Dari mulut ke mulut,” terangnya.(yan/naz/ang)












